BULA, TINTATIMUR.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) meminta Kemendagri memprioritaskan penambahan armada Damkar di tengah ancaman cuaca ekstrem dan dampak El Nino di wilayah setempat.
Permintaan tersebut disampaikan Komisi I DPRD SBT saat melakukan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Jumat (28/08/2026).
Ketua Komisi I DPRD SBT, Abdul Azis Yanlua, mengatakan kondisi geografis dan cuaca ekstrem yang melanda SBT menjadi alasan kuat agar daerah tersebut mendapat prioritas dalam program dukungan armada Damkar.
“Kami meminta ke Kementerian Dalam Negeri untuk memprioritaskan wilayah yang cuacanya ekstrem apabila terjadi El Nino,” ujarnya.
Menurut Azis, kebutuhan armada Damkar di SBT bukan sekadar untuk memperkuat fasilitas pemerintah daerah, tetapi menjadi kebutuhan mendesak menyusul tingginya ancaman kebakaran.
Dia menyebut dampak El Nino telah memicu kebakaran yang menghanguskan sekitar 131 hektare lahan produksi masyarakat.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa penguatan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kami menyampaikan kondisi objektif daerah pasca dampak El Nino yang mengakibatkan kebakaran kurang lebih 131 hektare lahan produksi masyarakat terbakar habis,” katanya.
Dirinya menjelaskan, dari hasil konsultasi tersebut, Kemendagri merespons positif usulan SBT. Namun, terdapat sekitar 130 daerah lain yang juga telah mengajukan proposal serupa.
Sebab itu, DPRD SBT meminta kondisi objektif daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan skala prioritas penerima bantuan.
Untuk tahap awal, DPRD mengusulkan satu unit mobil Damkar, serta adanya sarana pendukung tambahan guna meningkatkan kemampuan operasional petugas di lapangan.
Di sisi lain, pemerintah daerah perlu menyiapkan anggaran APBD untuk mobilisasi kendaraan dan kebutuhan prakondisi.
Hal ini menjadi salah satu persyaratan penting agar armada yang nantinya diberikan dapat segera digunakan.
“Mobil Damkar itu produksi dari Korea, sehingga tentu membutuhkan anggaran APBD untuk mobilisasi kemudian prakondisi,” jelasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan SBT ini berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan sehingga SBT memiliki tambahan armada untuk menghadapi ancaman kebakaran, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem
Ia menilai penambahan armada tersebut penting mengingat tantangan kebakaran di wilayah SBT dapat meningkat ketika terjadi kekeringan dan fenomena El Nino.
“Alhamdulillah direspons baik oleh Dirjen Bina Administrasi Wilayah,” pungkasnya. (RED)

0Komentar