BULA, TINTATIMUR.ID — Ketua DPW PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri, menegaskan konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti pada pelantikan pengurus.
Struktur partai yang telah dibentuk harus benar-benar hidup dan bekerja hingga tingkat paling bawah.
Hal itu menjadi salah satu fokus utama PKS Maluku dalam dua hingga dua setengah tahun pertama periode kepengurusannya.
“Target kita untuk lima tahun ini, paruh pertama atau dua tahun, dua tahun setengah pertama itu fokus pada kaderisasi, kader dan struktur,” kata Fachri saat membuka kegiatan Political Update, Konsolidasi dan Upgrading Pengurus DPD PKS SBT di Aula Hotel Mutiara Kota Bula, Kamis (03/09/2026).
Menurut Fachri, PKS tidak ingin mengejar jumlah struktur semata. Ia justru ingin memastikan setiap pengurus yang dilantik mampu menjalankan tugas kepartaian secara aktif.
“Kita ingin memastikan struktur kita dibentuk secara lengkap, tapi kita tidak mengejar sekadar angka,” ujarnya.
Dia mengakui struktur PKS di SBT saat ini belum sepenuhnya rampung. Pembentukan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan kader dan kemampuan organisasi dalam mengelola struktur tersebut.
Salah satu yang ikut didorong adalah pembentukan Rumah Keluarga Indonesia. Program ini diarahkan untuk menangani berbagai persoalan keluarga sekaligus memperkuat pembinaan rumah tangga.
Untuk memperkuat organisasi, DPW PKS Maluku juga melakukan konsolidasi secara berkeliling ke seluruh kabupaten/kota.
Putaran kedua konsolidasi dimulai dari SBT, kemudian dilanjutkan ke Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah. Selanjutnya, konsolidasi akan menyasar wilayah Tenggara Maluku.
“Kita akan kelilingi semua kabupaten kota se-Maluku,” tegas Fachri. (RED)

0Komentar