BULA, TINTATIMUR.ID – Kapolres Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, AKBP Ricky Pranata Vivaldy, memperkuat komunikasi dengan para pemangku adat melalui pertemuan silaturahmi bersama Majelis Latupati Kabupaten SBT.
Pertemuan berlangsung di ruang rapat kerja Kapolres SBT, Kamis (17/09/2026), sekitar pukul 09.10 WIT.
Agenda tersebut menjadi ruang awal bagi Kapolres yang baru bertugas untuk membangun hubungan dan sinergi dengan para Raja serta Jou di Bumi Ita Wotu Nusa.
Dalam pertemuan itu, Kapolres SBT memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan, arahan, dan nasihat dari para Raja dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah tersebut.
“Saya berharap dapat diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat, khususnya para Raja dan Jou. Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan wilayah penugasan pertama saya di kawasan timur, sehingga saya memohon bimbingan, arahan, dukungan serta nasihat,” ujar Ricky.
Dia juga meminta para Raja tidak segan memberikan masukan maupun mengingatkan apabila terdapat hal-hal dalam pelaksanaan tugas yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, dukungan para pemangku adat dan seluruh elemen masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres juga menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi langsung negeri-negeri di SBT guna mengenal lebih dekat kondisi masyarakat, adat istiadat, karakteristik wilayah serta berbagai persoalan yang berkembang.
Dirinya berharap setiap persoalan di negeri dapat segera dikoordinasikan dengan kepolisian sehingga dapat dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya secara bersama-sama.
Sementara itu, Ketua Latupati SBT sekaligus Raja Negeri Kian Darat, Abdul Razak Weulartafela, menyampaikan apresiasi atas langkah Kapolres membangun komunikasi dengan para Raja.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus momentum mempererat hubungan antara Latupati dan kepolisian.
“Para Raja yang tergabung dalam Latupati siap bekerja sama dan bersinergi dengan pihak kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Abdul Razak.
Ia menyebut Kabupaten SBT memiliki 49 negeri adat dan 149 negeri administratif.
Selain itu, Raja Negeri Gah, Abdul Latif Lausiri menegaskan kesiapan para Raja mendukung kegiatan Polres SBT maupun Pemerintah Daerah, termasuk membantu kepolisian dalam persoalan yang berkaitan dengan urusan adat maupun di luar urusan adat.
“Kami berharap koordinasi dan komunikasi antara para Raja, kepolisian dan Pemerintah Daerah terus ditingkatkan sehingga setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan bersama,” pungkasnya. (RED)

0Komentar