BULA, TINTATIMUR.ID - Pemandangan sebuah rumah berukuran sekitar 3x3 meter yang dihuni pasangan suami istri bersama delapan anak mereka menggugah hati jajaran Polres Seram Bagian Timur (SBT).

Rumah sederhana milik Bahrum Ohoirat dan Hasti Sula itu bahkan hanya beratapkan seng tua dan terpal yang telah berkali-kali ditambal untuk menahan bocoran air hujan.

Melihat kondisi tersebut, Kapolres SBT AKBP Alhajat, S.I.K., bersama personelnya memutuskan untuk turun tangan membangun rumah layak huni bagi keluarga tersebut.

"Hati kami tersentuh ketika melihat langsung kondisi rumah yang ditempati keluarga ini. Delapan anak tinggal dalam ruang yang sangat sempit dan tidak layak. Sebagian bahkan harus tidur di dekat dapur," ujar Kapolres, Senin (22/06/2026).

Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.

"Atas dasar kemanusiaan dan kepedulian, kami berinisiatif membantu membangun rumah yang lebih layak agar keluarga ini dapat hidup dengan lebih nyaman," katanya.

Alhajat menjelaskan bahwa rumah yang dibangun tersebut menjadi program bedah rumah pertama yang dilaksanakan Polres SBT secara mandiri untuk masyarakat kurang mampu.

Ia berharap rumah baru itu dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Bahrum, Hasti, dan kedelapan anak mereka.

"Semoga rumah ini membawa kenyamanan, kebahagiaan, dan menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik," harapnya.(RED)