BULA, TINTATIMUR.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membagikan 7.550 masker kepada pelajar di 26 sekolah di Kota Bula, Jumat (09/10/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko paparan kabut asap menyusul hasil pemantauan kualitas udara dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes SBT, Punira Kilwalaga, menjelaskan pembagian masker menyasar peserta didik dari jenjang TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.

Dari 26 sekolah tersebut, sebanyak delapan TK, sembilan SD, lima SMP, dan empat SMA menjadi sasaran distribusi masker.

“Hari ini Dinkes SBT menyalurkan 7.550 masker kepada pelajar di 26 sekolah. Terdiri dari delapan TK, sembilan SD, lima SMP dan empat SMA,” jelasnya.

Dia mengatakan, keputusan pembagian masker diambil setelah pihaknya melakukan pemantauan kualitas udara di Kota Bula dan sekitarnya.

Berdasarkan pengukuran terakhir pada Kamis kemarin, penggunaan masker dinilai perlu untuk mengurangi risiko paparan kabut asap, terutama bagi anak-anak sekolah.

“Kemarin pengukuran terakhir. Itu yang memang sudah harus mewajibkan untuk menggunakan masker, makanya hari ini langsung dibagikan masker. Sasaran yang paling utama itu adalah terhadap anak-anak sekolah,” katanya.

Selain menyasar pelajar, Dinkes SBT juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memperluas pembagian masker kepada masyarakat umum.

Dirinya menyebutkan, BPBD memiliki persediaan masker yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap.

Meski demikian, distribusi masker tidak akan dilakukan secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah akan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara setiap hari.

Ia menambahkan bahwa, pihaknya juga bakal terus memantau perkembangan kondisi udara selama satu pekan ke depan guna menentukan langkah lanjutan yang sesuai dengan tingkat risiko.

“Tadi juga kita sudah berkomunikasi dengan teman-teman di bencana, nanti akan ada juga masker dari bencana yang stoknya ada dan nanti akan terus dibagikan. Jadi setiap hari dalam waktu satu minggu ini akan dipantau terus, supaya langkah-langkah yang diambil itu tepat. Karena tidak selamanya ada asap, terus hari itu juga berbahaya, tidak,” pungkasnya.

Pemantauan berkala tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan perlindungan bagi pelajar dan masyarakat, seiring perkembangan kondisi kualitas udara di Kota Bula dan sekitarnya. (RED)