BULA, TINTATIMUR.ID — LASQI Nusantara Fest Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) 2026, diharapkan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk dan memperoleh manfaat ekonomi.
Festival bertema “Harmoni Qasidah di Bumi Ita Wotu Nusa” itu dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Bula mendatang.
Panitia menyiapkan sejumlah stan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya SBT, M. Miftah Thoha R. Wattimena, dalam konferensi pers, Senin (12/10/2026).
Dia mengatakan keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya agar penyelenggaraan festival memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kita sangat berharap pelaku UMKM, pedagang kuliner, dan pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan untuk terlibat dan merasakan dampak dari kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Wattimena, panitia telah melakukan kurasi terhadap sejumlah pelaku UMKM yang akan diberikan ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
“Kita juga terintegrasi dengan beberapa UMKM yang sudah dikurasi, lalu kita tampilkan untuk mempromosikan produk-produk lokal. Mereka nantinya membuka stan di gelanggang olahraga,” katanya.
Wakil Bupati SBT ini menilai, ukuran keberhasilan sebuah festival tidak cukup hanya dilihat dari kemeriahan panggung dan banyaknya penonton. Dampak terhadap masyarakat juga harus menjadi pertimbangan.
“Sebuah festival berhasil bukan hanya karena panggungnya meriah atau penontonnya banyak, tetapi juga karena mampu memberikan manfaat bagi masyarakat banyak,” tegasnya.
Dirinya mengajak masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas seni, dunia usaha, dan insan pers untuk mendukung pelaksanaan festival.
“LASQI Nusantara Fest ini bukan hanya milik pengurus LASQI atau panitia penyelenggara. Ini adalah kegiatan yang kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Saiful Ichwal Rumodar menjelaskan bahwa panitia menyiapkan sekitar 10 stan di dalam Gelanggang Olahraga (GOR).
Stan tersebut akan melibatkan pelaku UMKM, termasuk usaha binaan program TEKAD. Panitia juga menyiapkan ruang bagi pedagang kuliner di area luar gelanggang.
“Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu memublikasikan kegiatan ini lebih luas karena kami ingin banyak masyarakat datang menonton,” kata Rumodar.
Ia menambahkan, kehadiran pengunjung diharapkan tidak hanya menyaksikan perlombaan seni religi, tetapi juga berbelanja produk lokal dan menikmati kuliner yang disediakan pelaku usaha.
Meski demikian, manfaat ekonomi festival nantinya perlu dilihat dari tingkat kunjungan, transaksi penjualan, serta keterlibatan UMKM selama kegiatan berlangsung.
Penyelenggaraan acara seni dapat memberi dampak yang lebih nyata bagi ekonomi masyarakat Bula dan sekitarnya. (RED)

0Komentar