BULA, TINTATIMUR.ID — Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Desa Otademan, Kecamatan Kesui Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), M. Syaiful Kelilauw, membantah pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Mustafa Korwak terkait penerima bantuan perumahan.
Bantahan tersebut menyusul pernyataan Mustafa dalam keterangannya di sebuah media terkait verifikasi ulang terhadap 25 calon penerima bantuan perumahan di Desa Otademan.
Syaiful menegaskan, proses verifikasi lapangan telah dilakukan dan program kini memasuki tahapan persiapan pengadaan serta penyaluran bahan bangunan.
“Di Otademan jumlahnya 25 calon penerima bantuan. Rumah-rumah tersebut sudah melalui verifikasi lapangan,” ujar Syaiful kepada Tintatimur.id, Senin (12/10/2026).
Dia menjelaskan, data awal berasal dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Maluku. Sedangkan pendamping bertugas memeriksa kelayakan calon penerima secara langsung di desa.
“Kalau ada penerima yang meninggal dunia atau pindah alamat, itu menjadi alasan untuk menggantinya dengan warga yang benar-benar layak,” jelasnya.
Menurutny, penggantian calon penerima dilakukan bersama pemerintah desa dengan melihat kondisi rumah dan memastikan kelayakan warga.
“Kami libatkan pemerintah desa untuk sama-sama melihat kondisi rumah. Dari situ ditentukan warga yang layak menerima bantuan,” katanya.
Dia juga meminta agar perbedaan informasi diselesaikan melalui dialog bersama para pendamping, bukan berdasarkan informasi sepihak.
“Kalau memang perlu diklarifikasi, panggil saja para pendamping dan duduk bersama. Kami yang turun langsung ke lapangan bisa menjelaskan kondisi sebenarnya,” tegasnya.
Dirinya juga mengoreksi data calon penerima di Batuwasa, Bemo dan Werinama. Sedangkan untuk Negeri Rffa menerima sebanyak 22.
Lebih lanjut, jumlah tersebut berdasarkan data yang diketahuinya sebanyak 55 calon penerima, berbeda dengan angka 82 yang disampaikan kepala dinas.
“Berdasarkan data yang kami ketahui, jumlahnya 55 calon penerima, bukan 82. Karena itu, perlu pencocokan data agar tidak menimbulkan perbedaan informasi,” pungkasnya. (RED)

0Komentar