BULA, TINTATIMUR.ID - Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak boleh berhenti sebagai simbol atau kebanggaan setelah pulang dari Tanah Suci.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Ahmad Q. Amahoru saat acara penyambutan jamaah haji SBT tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, di Aula Pendopo Bupati, Minggu (21/06/2026).
Menurutnya, predikat haji mabrur merupakan cita-cita tertinggi setiap muslim yang menunaikan ibadah haji. Namun kemabruran sejati harus tercermin dalam sikap, perilaku dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Sejatinya kemabruran itu bukanlah hiasan sesaat kala berada di Makkah dan Madinah, melainkan cahaya yang harus terus memancar dalam setiap perilaku dan kehidupan sehari-hari setelah kembali ke daerah," tegasnya.
Dia menilai para jamaah haji memiliki peran penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan umat dan menjadi bagian dari kekuatan moral dalam pembangunan daerah.
"Pengalaman spiritual selama di Tanah Suci harus menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan dan mendukung kemajuan Kabupaten Seram Bagian Timur," katanya.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, Kementerian Agama, tenaga kesehatan serta berbagai pihak yang telah memberikan pelayanan kepada jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Lebih lanjut, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga jamaah yang telah setia memberikan doa, dukungan dan kesabaran selama proses pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
Alkatiri berharap seluruh nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti keikhlasan, ketundukan, kesabaran dan kepedulian sosial, dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Semoga seluruh jamaah haji SBT meraih predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh serta menjadi inspirasi kebaikan bagi masyarakat dan daerah," pungkasnya.(RED)

0Komentar