BULA, TINTATIMUR.ID - Keberhasilan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari fasilitas kesehatan hingga Pemerintah daerah (Pemda).

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) SBT, Punira Kilwalaga saat membuka Rapat Koordinasi dan Advokasi PKG yang berlangsung di Hotel Surya, Kota Bula, Jumat (05/06/2026).

Menurut Kilwalaga, Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer, klinik-klinik mitra BPJS, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menyukseskan program nasional tersebut.

"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi semua pihak. Karena itu rapat koordinasi dan advokasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan langkah, dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul di lapangan," ujarnya.

Dia menjelaskan, Program PKG yang diluncurkan secara nasional sejak 10 Februari 2025 menargetkan sekitar 280 juta penduduk Indonesia sebagai penerima manfaat.

Di Kabupaten SBT sendiri, kelompok sasaran terbesar program tersebut berada pada usia anak dan remaja sekolah.

"Target PKG ini ada kelompok-kelompoknya dan kelompok terbesar berada pada anak usia sekolah, mulai dari umur 1 sampai 6 tahun dan 7 sampai 17 tahun," jelasnya.

Ia menambahkan, melalui rakor tersebut, pihaknya juga melakukan advokasi kepada berbagai pihak guna memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan PKG di seluruh wilayah daerah yang berjuluk Ita Wotu Nusa itu. 

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Sekaligus mempercepat deteksi dini berbagai penyakit yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat." Pungkasnya.(RED)