BULA, TINTATIMUR.ID Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Abdul Azis Yanlua, meminta Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur G Watubun, ikut memperjuangkan pembangunan akses jalan menuju Bati.

Permintaan tersebut sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian budaya masyarakat adat yang berada di daerah berjuluk Ita Wotu Nusa itu. 

Permintaan itu disampaikan Yanlua saat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan SBT, Rabu (15/07/2026).

Dia mengatakan, DPC PDI Perjuangan telah memutuskan menggelar Haul Bung Karno di Bati karena wilayah tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang masih terpelihara hingga kini.

"Kami ingin menjaga identitas masyarakat adat yang masih asli. Jangan sampai budaya luar masuk dan mengikis warisan yang sudah dijaga turun-temurun," ujar Yanlua. 

Ketua Komisi I DPRD SBT ini menjelaskan bahwa masyarakat Bati hingga kini masih menghadapi keterisolasian akibat buruknya akses transportasi.

Ia mengaku menerima banyak keluhan dari warga yang harus menandu orang sakit maupun ibu yang akan melahirkan sejauh sekitar delapan kilometer untuk mencapai jalan utama.

"Masyarakat mengalami kesulitan luar biasa. Bahkan untuk membawa orang sakit pun harus dipikul hingga delapan kilometer," jelasnya.

Lebih lanjut, sebab kemampuan APBD Kabupaten SBT masih terbatas, sehingga Pemerintah Provinsi Maluku dapat menjadikan pembangunan jalan menuju Bati sebagai program prioritas pada APBD 2027.

"Saya memohon kepada Ketua DPD agar memperjuangkan pembangunan jalan ini di tingkat provinsi. Jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi akses kehidupan bagi masyarakat Desa Banda," pungkasnya. (RED)