BULA, TINTATIMUR.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) memastikan penanganan dampak kekeringan terus dilakukan dengan mengoptimalkan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak.

Pasalnya, kekeringan yang terjadi bukan hanya dialami Kabupaten SBT, tetapi juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Sebab itu, pemerintah daerah berjuluk Ita Wotu Nusa ini terus memantau perkembangan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, kepada Tintatimur.id usai rapat paripurna DPRD SBT, Selasa (04/08/2026).

"Kekeringan ini bukan hanya di SBT, tetapi juga terjadi di Indonesia. Dari pemerintah kabupaten kami terus memantau titik-titik yang mengalami kekeringan dan saya sudah perintahkan BPBD untuk selalu melakukan suplai air," ujarnya. 

Menurutnya, pemerintah juga telah berupaya mencari sumber air baru dengan membuat sumur di beberapa llokasi.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena kondisi lapangan yang cukup sulit.

"Ada upaya mencari titik air atau sumur baru, tetapi memang ternyata cukup sulit. Sudah dicoba di beberapa titik," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya kini telah menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperoleh tambahan bantuan armada pengangkut air agar distribusi kepada masyarakat tidak terhambat.

"Kami sedang berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Pusat, termasuk mengupayakan tambahan mobil tangki agar penyaluran air tidak terganggu," jelasnya.

Dirinya, berdasarkan prediksi cuaca, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2026, bahkan berpotensi berlanjut sampai awal 2027.

"Ini kemungkinan paling cepat berlangsung sampai akhir tahun, bahkan ada prediksi hingga awal tahun 2027. Insya Allah kita akan ikhtiarkan semua," katanya.

Ia memastikan kebutuhan anggaran penanganan kekeringan masih mencukupi. Namun apabila diperlukan, pemerintah akan menambah alokasi anggaran pada APBD Perubahan 2026.

"Kalau nanti dibutuhkan tambahan anggaran di perubahan, tentu akan kita tambah sebagai langkah antisipasi," pungkasnya. (RED)