BULA, TINTATIMUR.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga awal Agustus 2026 telah menghanguskan sekitar 280 hektare.
Luas lahan yang di lahap si jago merah itu berdasarkan hasil analisis geospasial UPTD Dinas Kehutanan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten SBT.
Dari total luasan tersebut, Kecamatan Bula menjadi wilayah yang terdampak paling luas dengan sekitar 210 hektare, disusul Kecamatan Bula Barat seluas 42 hektare, dan Kecamatan Teluk Waru sekitar 28 hektare.
Kepala UPTD Dinas Kehutanan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten SBT, Musa Rumakat, mengatakan wilayah Kecamatan Bula memang menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi.
"Wilayah Kecamatan Bula merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujar Musa saat diwawancarai Tintatimur.id di ruang kerjanya, Senin (03/08/2026).
Menurutnya, tingginya potensi kebakaran dipengaruhi oleh kondisi tutupan lahan yang didominasi semak belukar.
Vegetasi tersebut sangat mudah terbakar, terutama saat musim kemarau dengan suhu udara yang tinggi seperti yang terjadi belakangan ini.
"Di Kecamatan Bula, sekitar 38 persen tutupan lahannya berupa semak belukar. Kondisi ini sangat sensitif terhadap panas sehingga sedikit percikan api saja bisa memicu kebakaran yang meluas," jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di kawasan yang rawan kebakaran.
"Kami mengharapkan masyarakat tidak lagi membakar sembarangan di area yang sensitif terhadap kebakaran. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar kebakaran tidak semakin meluas," tegasnya.
Dirinya menambahkan, upaya penanggulangan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut , setiap titik api yang muncul harus segera dikendalikan sejak dini agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dipadamkan.
"Semua pihak harus berperan aktif. Jangan biarkan api yang masih kecil meluas karena akan semakin sulit dikendalikan," pungkasnya. (RED)

0Komentar