BULA, TINTATIMUR.ID — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus mencari solusi menghadapi krisis air akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah pembangunan puluhan sumur bor dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, mengatakan BNPB Pusat telah menjanjikan bantuan sekitar 78 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
“Dari BNPB Pusat sudah menjanjikan akan membantu kita sekitar 78 titik sumur bor,” kata Fachri saat diwawancarai di kantornya, Selasa (01/09/2026).
Menurut Fachri, tidak semua wilayah dapat mengandalkan sumur bor. Kondisi geografis sejumlah pulau menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan sumber air.
Sebab itu, pemerintah daerah melalui instansi kebencanaan diminta segera mengidentifikasi pulau-pulau yang sulit ditangani dengan pembangunan sumur bor.
Untuk wilayah tersebut, Pemkab SBT mempertimbangkan penggunaan mesin penyulingan air sebagai alternatif penyediaan air bersih.
“Kita mungkin berpikir tentang penyulingan air. Betul-betul lagi minta kebencanaan untuk menghitung biayanya,” ujarnya.
Dia mengatakan, jika biaya pengadaan dinilai memungkinkan, pemerintah akan mempertimbangkan pengadaan mesin penyulingan dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing pulau.
Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan penambahan armada pengangkut air.
Fachri menyebut satu unit kendaraan yang saat ini digunakan untuk distribusi air belum cukup melayani kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri juga telah menyampaikan rencana memberikan satu unit kendaraan, namun prosesnya diperkirakan baru selesai pada Desember.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat berlangsung saat ini. Bahkan, kendaraan yang tersedia sempat mengalami kendala teknis sehingga distribusi air ikut terganggu.
“Kalau memang kondisi masih sangat membutuhkan, bisa jadi di perubahan ini kita siapkan pengadaan untuk mobil dump car lagi satu, karena kelihatannya satu saja agak sulit,” pungkasnya.
Fachri menegaskan pemerintah harus menyiapkan langkah jangka pendek sekaligus jangka panjang agar krisis air tidak terus berulang dan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses air bersih. (RED)

0Komentar