AMBON, TINTATIMUR.ID — Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri kembali mendorong realisasi usulan revitalisasi budaya, khususnya rumah adat, agar dapat masuk dalam program Kementerian Kebudayaan RI.

Hal tersebut disampaikan Fachri saat bertemu Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (29/09/2026).

Fachri memastikan kembali tindak lanjut usulan revitalisasi budaya yang sebelumnya telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Jakarta.

“Pertemuan ini juga didorong untuk memastikan usulan kegiatan tahun 2026 bisa direalisasikan,” ujar Fachri.

Dia mengatakan, kekayaan budaya SBT tidak hanya berupa seni dan tari, tetapi juga mencakup rumah adat, tradisi, kearifan lokal serta bangunan-bangunan tua yang tersebar di berbagai wilayah.

Sebab itu, Fachri meminta agar tim revitalisasi budaya dan pengembangan budaya lokal segera melakukan pendataan sebagai bagian dari persiapan untuk mengakses program-program unggulan Kementerian Kebudayaan.

“Tim revitalisasi budaya dan pengembangan budaya lokal segera mengumpulkan data dan informasi untuk kebutuhan akses program-program unggulan dimaksud,” ujarnya.

Orang nomor satu di daerah berjuluk Ita Wotu Nusa ini menilai program Kementerian Kebudayaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat upaya pelestarian kekayaan budaya di SBT agar tetap terjaga dan tidak tergerus perkembangan zaman.

Dirinya menyebut, sebanyak 198 desa yang tersebar di 16 kecamatan memiliki khazanah budaya yang perlu mendapat perhatian dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten SBT, kata Fachri, akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) sebagai instansi teknis. (RED)