AMBON, TINTATIMUR.ID — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut Maluku sebagai daerah yang dianugerahi Tuhan dengan kekayaan alam yang melimpah.
Menurutnya, kekayaan tersebut menjadi modal penting bagi Maluku untuk terus mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Maluku itu adalah daerah yang dianugerahi Tuhan, dengan kekayaan alam yang berlimpah,” kata Lewerissa, Jumat (25/09/2026).
Orang nomor satu di daerah berjuluk Jazirah al-Mulk mengatakan, potensi besar yang dimiliki Maluku turut tercermin dari masuknya sejumlah proyek strategis ke daerah ini.
Saat ini, terdapat tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk atau akan dilaksanakan di Maluku.
Ketiga proyek tersebut yakni pengembangan Blok Abadi Masela, pembangunan Bendungan Waeapo di Pulau Buru, serta pembangunan Pelabuhan Terintegrasi.
Dia menjelaskan, gagasan pembangunan pelabuhan terintegrasi merupakan salah satu usulan Pemerintah Provinsi Maluku yang telah disampaikan kepada Bappenas dan Menteri Kelautan dan Perikanan setelah dirinya terpilih sebagai Gubernur.
“Kami memang menyampaikan kepada Bappenas dan Menteri Perikanan bahwa pemerintah daerah Provinsi Maluku membutuhkan ada satu Pelabuhan Terintegrasi,” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan, sejak awal fasilitas tersebut diusulkan dengan nama Maluku Integrated Port atau Pelabuhan Maluku Terintegrasi.
Namun, dalam perkembangannya setelah masuk sebagai PSN, nama proyek tersebut berubah menjadi Pelabuhan Ambon atau Ambon Integrated Port.
Meski terjadi perubahan nama, ia menegaskan hal tersebut bukan persoalan utama.
Baginya, yang jauh lebih penting adalah pembangunan fasilitas tersebut benar-benar direalisasikan di Maluku.
“Tetapi apapun namanya, yang penting bagi saya fasilitas itu harus dibangun di Maluku,” tutupnya. (RED)

0Komentar