BULA, TINTATIMUR.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai melakukan pendataan terhadap kelompok masyarakat dan komoditas pertanian yang terdampak kekeringan maupun kebakaran.
Pendataan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung dampak yang dialami masyarakat pada sektor perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT, Sofyan Waraiya, mengatakan timnya telah turun ke sejumlah wilayah untuk melakukan identifikasi terhadap lahan dan tanaman yang terdampak.
“Sesuai dengan instruksi Pak Bupati kepada kami untuk melakukan pendataan terkait komunitas pangan, perkebunan maupun hortikultura yang mengalami dampak kekeringan maupun kebakaran,” ujar Sofyan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (16/09/2026).
Menurutnya, proses identifikasi di lapangan masih terus berjalan. Sejumlah wilayah yang telah didata antara lain Kecamatan Bula Barat, Kecamatan Bula serta sebagian wilayah Teluk Waruh.
Dia mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pendataan terus diperluas hingga mencakup hampir seluruh kecamatan yang terdampak kekeringan maupun kebakaran.
“Insya Allah data ini akan kita rilis terus, kita datakan sampai hampir semua kecamatan kalau mendapatkan dampak daripada kekeringan maupun kebakaran,” katanya.
Dirinya menjelaskan, data tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk mengetahui jumlah kelompok atau lahan yang terdampak, tetapi juga untuk memetakan jenis kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.
Pemetaan akan dilakukan berdasarkan jenis komoditas yang terdampak, apakah tanaman pangan, perkebunan maupun hortikultura.
“Data ini kita rampungkan sehingga nanti menjadi referensi untuk memilah-milah kebutuhan daripada kelompok itu sendiri,” ujarnya.
Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pemulihan, termasuk kemungkinan penggantian tanaman yang mengalami kerusakan atau mati akibat kekeringan dan kebakaran.
“Kita akan memilah-milah, baru kemudian nanti kita masukkan dalam program untuk bisa menggantikan tanaman yang telah mati akibat dampak kekeringan maupun kebakaran,” pungkasnya. (RED)

0Komentar