BULA, TINTATIMUR.ID Keterbatasan armada ambulans di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Bula), Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menjadi perhatian serius Bupati Fachri Husni Alkatiri.

Fachri mengakui, kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulans saat ini cukup tinggi.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi agar pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan rujukan, tidak kembali terkendala.

“Dengan kejadian ini kita tahu bahwa kebutuhan masyarakat terhadap Ambulance ini tinggi. Dan Ambulance kita kurang. Saya lebih baik fokus di situ,” ujar Fachri, saat menemui pendemo dari IMM di ruang kerjanya, Rabu (02/09/2026).

Dia menegaskan, pemerintah daerah akan fokus melihat kebutuhan rumah sakit terhadap armada ambulans.

Bahkan, Bupati membuka peluang penambahan satu unit ambulans melalui perubahan anggaran daerah.

“Saya melihatnya sebagai Bupati. Supaya saya akan fokus untuk melihat kebutuhan rumah sakit terhadap Ambulance. Mudah-mudahan di perubahan ini, bisa saja kita adakan satu lagi tambahan Ambulans,” tegasnya.

Menurut Fachri, penambahan armada menjadi penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan ketika salah satu ambulans sedang digunakan untuk keperluan rujukan.

“Sehingga tidak perlu terkendala. Jadi, begitu ada orang sakit. Ada satu dipakai untuk kebutuhan lain. Yang satu tetap tersedia. Itu kan yang lebih bagus,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Fachri setelah menerima aspirasi dan tuntutan massa Gerakan Anti Korupsi SBT yang terdiri dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Dalam pertemuan tersebut, keterbatasan ambulans menjadi salah satu persoalan yang disorot, terutama terkait pelayanan pasien gawat darurat yang membutuhkan rujukan.

Fachri menilai, pertemuan dengan para pendemo justru membuka ruang dialog yang lebih terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Meski hanya dihadiri tiga orang pendemo, Fachri menyebut pertemuan tersebut tetap menghasilkan pembahasan yang penting, khususnya terkait kebutuhan ambulans di RSUD Bula.

“Pertemuan ini kita punya hasil. Artinya, ini juga berkat teman-teman datang. Jadi, kita jadi terbuka. Ini tadi Direktur RSUD bilang pernah menyampaikan ke saya tentang kebutuhan ambulans. Tapi, bukan di situasi ini. Kita juga terbatas kemarin,” pungkasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah kini membuka opsi untuk menambah armada ambulans RSUD Bula.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan rujukan dan memastikan pasien dalam kondisi darurat tidak kembali terkendala akibat keterbatasan kendaraan medis.

Sementara Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana sebelumnya sudah membuka ruang mediasi hingga memberi solusi atas keterbatasan mobil Ambulans tersebut. Hanya saja, pendemo dari LMND dan IMM kurang merespon. (RED)