BULA, TINTATIMUR.ID — Pertamina Hulu Energi (PHE) Binaya mendorong Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal menghadapi rencana pengembangan industri minyak dan Gas Bumi (Migas) di lepas pantai Seram.
Project Manager PHE Binaya, Neni Herawati, mengatakan kebutuhan tenaga kerja akan meningkat seiring dengan masuknya proyek ke tahap yang lebih masif.
Sebab itu, sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dinilai penting agar masyarakat Seram dapat mengambil bagian dalam kegiatan eksplorasi hingga eksploitasi migas nantinya.
Hal tersebut disampaikan Neni saat diwawancarai di Kantor Bupati SBT, pada Selasa (01/09/2026).
“Kami juga ingin bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten melalui Pak Bupati dan juga kepala dinas untuk mempersiapkan SDM di sini,” kata Neni.
Menurutnya, persiapan SDM harus dilakukan sejak dini. Sebab, berdasarkan tahapan proyek, kegiatan saat ini masih berada pada tahap awal dan belum membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Nanti pada saat kita sudah mulai ada kegiatan yang masif, dan tentunya pada saat eksploitasi, kita sudah siap semua SDM di Seram ini bisa ambil bagian juga berperan di dalam proyek dan dalam kegiatan eksploitasi nanti,” ujarnya.
Dia menegaskan, PHE Binaya tidak menginginkan masyarakat lokal hanya menjadi tenaga kerja pada posisi paling bawah.
Masyarakat dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang sesuai diharapkan dapat menduduki posisi teknis maupun strategis.
“Harapannya kami tidak ingin masyarakat Seram itu bekerja hanya di level bawah. Nantinya mungkin harus ada yang engineer, sarjana teknik, jadi memang punya posisi-posisi kunci,” tegasnya.
Untuk saat ini, PHE Binaya tengah memulai tahapan eksplorasi dengan survei batimetri dan pengambilan sampel sedimen.
Survei seismik dijadwalkan kembali dilakukan pada 2027, kemudian pemboran eksplorasi ditargetkan pada 2029 apabila hasil survei menunjukkan adanya potensi migas.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan cadangan migas dinilai layak dikembangkan, produksi ditargetkan mulai berlangsung pada 2036.
Lebih lanjut, PHE Binaya juga memastikan aspek sosial masyarakat tetap diperhatikan meskipun kegiatan utama berada di wilayah lepas pantai.
Dirinya menyebut, dukungan Pemerintah Kabupaten SBT menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan perusahaan berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami tetap memberikan manfaat juga untuk masyarakat seluas-luasnya,” pungkasnya. (RED)

0Komentar