BULA, TINTATIMUR.ID – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Cabang Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyoroti persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten SBT.
Sekretaris SBSI Cabang SBT, Idris Keliata, menilai kondisi kelangkaan BBM yang terjadi selama ini menunjukkan adanya persoalan dalam pengelolaan dan pengawasan distribusi BBM di daerah tersebut.
Padahal, kata dia, Kabupaten SBT, khususnya Bula, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak, namun masyarakat justru masih mengalami kesulitan mendapatkan BBM.
Hal tersebut disampaikan Idris saat diwawancarai Tintatimur.id di Kota Bula, Jumat (11/09/2026).
“Kami dari Serikat Buruh Sejahtera Kabupaten Seram Bagian Timur menyoroti persoalan BBM di Kabupaten Seram Bagian Timur yang terjadi kelangkaan dan tidak normal,” ujar Idris.
Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kelancaran transportasi di dalam kota maupun antarpulau.
“Selama beberapa dekade itu BBM di SBT ini susah. Sehingga menyebabkan kelancaran arus di Seram Bagian Timur, baik di antara pulau dengan pulau maupun dalam kota, itu terjadi kemacetan,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Idris mendesak Pertamina Wilayah Maluku untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan Pertamina di Kabupaten SBT.
Bahkan, SBSI meminta agar pimpinan Pertamina di wilayah SBT dicopot apabila dinilai tidak mampu mengatasi persoalan distribusi BBM yang terus terjadi.
“Kami mendesak Kepala Pertamina Wilayah Maluku untuk segera mencopot Kepala Pertamina Kabupaten Seram Bagian Timur akibat kinerjanya tidak becus untuk mengamankan persoalan BBM di Kabupaten Seram Bagian Timur,” tegasnya.
Dia menilai kinerja pimpinan Pertamina di SBT belum maksimal dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.
“Kami menilai bahwa kinerja Kepala Pertamina Kabupaten Seram Bagian Timur itu tidak maksimal. Sehingga sesungguhnya kami mendesak Pertamina Wilayah segera mencopot Kepala Pertamina Kabupaten Seram Bagian Timur,” ujarnya.
Ia berharap persoalan BBM di SBT segera mendapat perhatian serius dari Pertamina dan pemerintah, mengingat BBM merupakan kebutuhan vital yang sangat berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Ini harapan kami, karena kami memantau selama beberapa dekade itu BBM di SBT ini susah,” pungkasnya. (RED)

0Komentar