BULA, TINTATIMUR.ID — Ibu Kota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang berpusat di Kota Bula, Kecamatan Bula, ditargetkan untuk menjadi kota tertata.

Pemerintah daerah terus mendorong penataan dan pengembangan wilayah Kota Bula agar mengantisipasi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Penataan kawasan perkotaan menjadi kebutuhan penting seiring dengan pertumbuhan penduduk dan semakin dinamisnya aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) SBT, M. Miftah Thoha R. Wattimena, saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I Rencana Detail Tata Ruang (RDRT) dan Konsultasi Publik Pertama Kajian Lingkungan Hidup (KLHS) wilayah Perkotaan Bula di Hotel Mutiara, Kota Bula, Senin (06/10/2026).

“Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk serta perkembangan aktivitas sosial-ekonomi yang dinamis, kebutuhan akan ruang kota yang teratur, tertib dan fungsional menjadi hal yang mutlak,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah menginginkan Bula berkembang sebagai kawasan perkotaan yang memiliki infrastruktur memadai serta mampu memberikan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Pengembangan Bula juga diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat, memberikan kepastian investasi, mempermudah proses perizinan berusaha secara elektronik, serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Namun, upaya tersebut membutuhkan perencanaan yang matang dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Semua keinginan tersebut tentu tidak akan terwujud dengan sendirinya, namun diperlukan perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor, data yang akurat, serta komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Dia menegaskan, penataan kawasan perkotaan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus mempersiapkan Bula menghadapi perkembangan di masa depan.

Ia menambahkan dengan perencanaan yang terarah, pembangunan Kota Bula diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan kawasan yang tertib, nyaman, produktif, ramah investasi, serta tetap menjaga keseimbangan lingkungan. (RED)