BULA, TINTATIMUR.ID — Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, meminta pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan melalui pola swakelola menjadi ruang untuk memperkuat kembali hubungan sosial masyarakat pascapilkada, Sabtu (17/10/2026).
Dia menilai, keterlibatan masyarakat secara luas dalam pelaksanaan program tersebut dapat membantu memulihkan hubungan antarwarga yang sempat terbelah akibat perbedaan pilihan politik.
“Saya meminta kepada dinas untuk ikut membantu agar pola swakelola itu bisa dijadikan sebagai sarana rekonsiliasi pascapilkada,” ujar Fachri.
Menurutnya, program revitalisasi harus memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar memperbaiki bangunan sekolah.
Pelaksanaannya juga perlu membuka ruang partisipasi bagi berbagai unsur masyarakat di sekitar satuan pendidikan penerima anggaran.
“Dikerjakan untuk melibatkan semua unsur yang kemarin sempat terbelah karena proses pilkada,” katanya.
Dirinya menegaskan, pemerintah daerah sejak awal telah memberikan tiga arahan kepada Dinas Pendidikan terkait pengelolaan program revitalisasi, yakni mengikuti petunjuk teknis, mencegah pungutan liar, dan memaksimalkan manfaat pola swakelola.
“Yang pertama, dikerjakan harus sesuai juknis. Yang kedua, tidak boleh ada pungli,” tegasnya.
Sementara itu, ia kembali menekankan pentingnya memanfaatkan mekanisme swakelola untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Jadikan pola swakelola ini sebagai sarana rekonsiliasi dari kelompok-kelompok masyarakat yang kemarin terbelah karena proses pilkada,” tuturnya.
Fachri berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan dan menghadirkan dampak positif bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik. (RED)

0Komentar