BULA, TINTATIMUR.ID — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Perhubungan masih mengurus kelengkapan administrasi kapal ferry Tanusang 01 sebelum kembali dioperasikan.
Kepala Dinas Perhubungan SBT, Murad Wokas, mengatakan kerusakan mesin yang dialami kapal tersebut telah ditangani melalui perbaikan oleh teknisi.
Namun, pengoperasian kembali kapal masih menunggu proses pengukuran dan perpanjangan dokumen yang masa berlakunya telah berakhir.
Perbaikan mesin membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan. Setelah pekerjaan teknis rampung, kondisi cuaca dan musim gelombang turut memengaruhi jadwal pengoperasian kapal.
“Mesinnya sudah diperbaiki, tetapi sekarang kami masih mengurus surat-suratnya. Masa berlaku dokumen sudah selesai sehingga perlu diperpanjang melalui KSOP di Ambon,” ujar Murad di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, proses selanjutnya akan melibatkan petugas dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon untuk melakukan pengukuran kapal serta pemeriksaan melalui proses docking.
Dia memperkirakan keseluruhan proses masih membutuhkan waktu sekitar satu minggu lebih, bergantung pada kedatangan petugas dan kelancaran pengurusan dokumen.
Lebih lanjut, selama perbaikan berlangsung, Tanusang 01 tetap berada di kawasan pelabuhan. Teknisi melakukan pekerjaan perbaikan mesin di lokasi tersebut.
Terkait beredarnya flyer yang memuat informasi mengenai operasional ferry, ia menegaskan materi itu bukan pengumuman resmi dari Dinas Perhubungan SBT.
“Flyer itu bukan dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan. Desainnya dibuat oleh teman-teman di kantor dan dibawa ke percetakan, tetapi informasi tersebut telanjur tersebar sebelum ada pengumuman resmi,” tegasnya.
Dirinya menjelaskan, hingga Senin ini pihaknya masih berfokus pada penyelesaian persyaratan administrasi kapal.
Sebab itu, masyarakat diminta memahami bahwa jadwal operasional kembali Tanusang 01 belum dapat dipastikan sebelum seluruh tahapan tersebut rampung.
Ia berharap petugas terkait segera datang ke SBT agar tahapan tersebut dapat dilaksanakan dan tidak menambah waktu tunggu pengoperasian ferry.
“Saya berharap dalam minggu-minggu ini mereka sudah bisa datang. Setelah docking dan pengukuran selesai, barulah administrasi kapal dapat dilanjutkan untuk perpanjangan,” pungkasnya. (RED)

0Komentar