BULA, TINTATIMUR.ID — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Seram Bagian Timur (SBT), AKBP Ricky Pranata Vivaldy, mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Negeri Geser memperkuat sinergi bersama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan tatap muka bersama para tokoh masyarakat Negeri Geser yang berlangsung di kediaman Haryadi Kelian, S.Pd., Dusun Kilwaru, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten SBT, Jumat (23/10/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIT itu menjadi ruang dialog antara kepolisian, pemerintah kecamatan, unsur TNI, pemerintah negeri, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat komunikasi serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Ricky menegaskan, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, terlebih para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan serta menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tokoh adat dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh penting dalam membangun kesadaran warga, meredam potensi konflik, serta memberikan teladan dalam kehidupan sosial.
Dia berharap para tokoh di Negeri Geser dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga persatuan dan mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog serta musyawarah.
“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Apabila terdapat permasalahan, potensi konflik, gangguan keamanan maupun persoalan sosial lainnya, kami berharap dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama dengan mengedepankan musyawarah serta menghormati nilai-nilai adat dan kearifan lokal,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu hubungan sosial.
Ricky mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk aktif memberikan edukasi kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, tertib, dan kondusif di Negeri Geser,” katanya.
Dirinya juga menegaskan komitmen Polres SBT untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan transparansi.
“Kami berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan transparan, dengan tetap menjunjung tinggi hukum serta hak-hak masyarakat. Kami juga terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres SBT Kompol Johanis Titus, S.AP., Camat Seram Timur S. Awat Alhamid, S.Sos., Kasat Intelkam IPTU Mothahar Solissa, S.Hi., Kapolsek Geser IPTU Jufrin Djaena, S.Sos., serta Danramil 1502-04 Geser Kapten Inf. Pattimura L. Iksan.
Hadir pula Raja Negeri Geser Soelani Kelian, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Geser Nober Hasanda, Kepala Kantor Pos Geser Hasan Lussy, serta para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Negeri Geser.
Camat Seram Timur S. Awat Alhamid menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama lintas unsur dalam menjaga stabilitas wilayah.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, pemerintah negeri, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Sementara itu, Wakapolres SBT Kompol Johanis Titus menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan unsur penting dalam mendukung tugas kepolisian.
Sinergi yang terbangun melalui komunikasi dan koordinasi diharapkan dapat membantu mendeteksi persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Raja Negeri Geser Soelani Kelian juga menilai nilai-nilai adat dan kearifan lokal perlu terus dijaga sebagai kekuatan sosial dalam merawat persaudaraan dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Ia berharap hubungan baik antara masyarakat dan aparat keamanan dapat terus diperkuat sehingga setiap persoalan yang muncul bisa diselesaikan melalui pendekatan persuasif, dialog, dan musyawarah.
Usai dialog, kegiatan dilanjutkan dengan atraksi seni tradisi adat Tikam Dabus yang ditampilkan oleh pemangku adat dan pemuda Negeri Geser.
Atraksi tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya setempat yang memperlihatkan praktik ritual kekebalan tubuh melalui penggunaan benda tajam.
Penampilan ini sekaligus menjadi gambaran kekayaan tradisi dan kearifan lokal yang masih dipertahankan masyarakat Negeri Geser.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat semakin kuat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memelihara persatuan dan keharmonisan sosial. (RED)

0Komentar