BULA, TINTATIMUR.ID — Kelompok Tani Sejahtera di Desa Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menerapkan inovasi Tanam Benih Langsung (Tabela).

Langkah tersebut dilakukan dalam Gerakan Tanam Padi Sawah untuk meningkatkan efisiensi usaha tani melalui penghematan waktu dan penekanan biaya tenaga kerja.

Penerapan metode tersebut mendapat pendampingan langsung dari Kepala Dinas Pertanian SBT, M. Sofyan Waraiya, bersama para kepala bidang dan penyuluh pertanian.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong petani menyesuaikan praktik budidaya dengan perkembangan teknologi pertanian.

Berbeda dengan sistem konvensional yang mengharuskan petani melakukan persemaian dan pemindahan bibit, metode Tabela memungkinkan benih padi ditanam langsung di lahan persawahan.

Kepala Dinas Pertanian SBT, M. Sofyan Waraiya, menjelaskan bahwa penerapan metode tersebut diharapkan dapat menyederhanakan proses penanaman sekaligus mengoptimalkan pengelolaan usaha tani.

“Melalui penerapan metode tersebut, proses penanaman diharapkan menjadi lebih praktis dan efisien,” jelas Sofyan melalui siaran pers, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, pengurangan tahapan pekerjaan berpotensi menekan kebutuhan tenaga kerja sehingga petani dapat mengelola kegiatan pertanian secara lebih optimal.

“Selain inovasi metode tanam, dukungan infrastruktur pengairan turut menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kelompok Tani Sejahtera juga memanfaatkan bantuan program Irigasi Perpompaan (Irpom) untuk menunjang ketersediaan air di areal persawahan.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan air tetap lancar dan mencukupi kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan.

Lebih lanjut, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya padi sawah. Sebab itu, penerapan metode tanam perlu didukung pengelolaan irigasi yang optimal agar peningkatan efisiensi dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian.

Dirinya juga mengapresiasi semangat dan kebersamaan petani dalam menerapkan inovasi. Ia meminta para kepala bidang dan penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan, tidak hanya pada tahap penanaman, tetapi juga selama pemeliharaan tanaman hingga masa panen.

Pendampingan berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kondisi tanaman, mengoptimalkan sarana pendukung, serta mengantisipasi berbagai kendala selama proses budidaya.

“Mari kita dukung dan doakan bersama agar ikhtiar ini membuahkan hasil panen yang melimpah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Desa Aki Jaya,” pungkasnya. (RED)