BULA, TINTATIMUR.ID — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku, Basri Damis, mengingatkan seluruh kader dan pengurus PKB agar tidak menjadikan politik sebagai jalan untuk merebut kekuasaan.
Partai politik harus mampu mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat dan membangun kepercayaan publik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Pesan tersebut disampaikan Basri saat menghadiri Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) masa bakti 2026–2030, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Hotel Surya Bula, Senin, (02/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Basri turut membacakan amanat Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang menekankan pentingnya penguatan organisasi hingga tingkat paling bawah.
“Seluruh jajaran kader dan jajaran pengurus PKB untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah,” kata Basri saat menyampaikan amanat tersebut.
Dia menjelaskan, penguatan struktur organisasi harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kepercayaan masyarakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Seluruh kader diminta mulai bekerja membangun kepercayaan publik sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029,” jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan, perkembangan situasi global, mulai dari gejolak ekonomi, konflik berbagai kawasan hingga perubahan iklim, menjadi tantangan yang harus direspons secara serius oleh partai politik.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut partai politik untuk tidak hanya sibuk mempersiapkan diri menghadapi pemilu, tetapi juga hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Partai politik tidak hanya berorientasi pada kontestasi elektoral, tetapi juga harus mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan masyarakat. Partai politik harus menjadi solusi, PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu tetapi harus menjadi penggerak perubahan dan memikul tanggung jawab kebangsaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap kader harus memiliki integritas, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Nilai-nilai ideologi partai juga harus diterjemahkan melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Perjuangan ideologi partai harus diwujudkan melalui kebijakan keberpihakan dan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ideologi partai tidak boleh berhenti sebatas gagasan atau menjadi bahan pembicaraan dalam forum diskusi dan seminar,” tuturnya.
Basri berharap pengurus PKB di semua tingkatan mampu memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kualitas pengabdian agar kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.
"Keberhasilan partai tidak cukup diukur dari kesiapan menghadapi pemilu, tetapi juga dari kontribusinya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat." Tutupnya. (RED)

0Komentar