BULA, TINTATIMUR.ID – Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat amar ma'ruf nahi mungkar sebagai fondasi membangun daerah yang religius, beradab, dan berbudi luhur.
Ajakan itu disampaikan Fachri saat menghadiri Haul Akbar Habaib, Masyayikh dan Ulama se-Pulau Seram ke-4 yang diselenggarakan DPC Rabitah Alawiyah SBT di Masjid As-Salam, Kota Bula, Jumat (26/06/2026) malam.
Fachri mengatakan bahwa para ulama merupakan pewaris para nabi yang mewariskan ilmu, akhlak, serta keteladanan bagi umat Islam.
"Menceritakan para ulama berarti menceritakan para pewaris Nabi Muhammad SAW. Warisan terbesar mereka adalah ilmu yang membawa manfaat, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat," ujarnya.
Menurutnya, sebagai kepala daerah dirinya memikul tanggung jawab untuk menjalankan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, termasuk mendorong setiap elemen masyarakat mengambil peran dalam mencegah kemungkaran sesuai kapasitas masing-masing.
Dirinya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan umat Islam mengubah kemungkaran dengan tangan, lisan, atau hati sesuai kemampuan.
"Negara telah membagi kewenangan kepada setiap unsur. Pemerintah, DPRD, kepolisian, dan kejaksaan memiliki kewenangan sesuai tugasnya. Sementara ulama memiliki kekuatan melalui dakwah, nasihat, dan pendidikan kepada masyarakat," katanya.
Fachri menjelaskan bahwa masyarakat Islam bukanlah masyarakat yang bebas dari dosa. Sebab, sejak zaman Rasulullah SAW pun tetap ada manusia yang melakukan kesalahan.
"Yang membedakan adalah masyarakat Islami selalu menghidupkan amar ma'ruf nahi mungkar. Orang yang berbuat salah tidak merasa nyaman karena ada kontrol sosial yang kuat dan saling mengingatkan menuju kebaikan," jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap setiap kritik maupun masukan dari para ulama, tokoh agama, maupun masyarakat apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum tepat.
"Saya sangat senang jika para ulama datang mengingatkan kami. Kalau ada kebijakan yang keliru atau kurang maksimal, saya akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Karena tugas kita adalah saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran," tegasnya.
Orang nomor satu di daerah berjuluk Ita Wotu Nusa ini juga mengingatkan, apabila budaya saling mengingatkan mulai hilang dalam kehidupan bermasyarakat
Maka hal itu dapat mengundang datangnya musibah yang dirasakan seluruh masyarakat, baik yang berbuat salah maupun yang tidak.
Sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat Seram Bagian Timur untuk tidak pernah berhenti mengajak kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran demi menjaga keberkahan daerah.
"Dengan hidupnya amar ma'ruf nahi mungkar, InsyaAllah Seram Bagian Timur akan dijauhkan dari berbagai musibah dan memperoleh keberkahan dari Allah SWT," pungkasnya. (RED)

0Komentar