BULA, TINTATIMUR.ID - Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P meninjau progres pembangunan Jembatan Merah Putih serta lokasi pembangunan Kodim Persiapan di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (31/05/2026).

Dandim 1502/Masohi, Letkol Inf Adi Eka Saputra, mengatakan Danrem bersama rombongan tiba di lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Administratif Anglas pada pukul 17.26 WIT.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap proyek yang dinilai strategis bagi konektivitas masyarakat di daerah yang berjuluk Ita Wotu Nusa itu.

"Di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur, kehadiran jembatan bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan menyangkut akses ekonomi, mobilitas warga, hingga percepatan pelayanan publik," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Danrem meninjau tahapan pembangunan jembatan dan menerima laporan perkembangan pekerjaan di lapangan.

"Kehadirannya disambut Camat Bula, Fitria N. S. Kilbaren, Danramil 1502-06/Bula Kapten Inf Muhammad Jen Anjarang, Kepala Desa Administratif Anglas Jumadi Maba, serta masyarakat setempat," jelasnya. 

Menurutnya, terpenting bukan sekadar kunjungan pejabat ke lokasi proyek. Namun lebih dinantikan adalah kepastian bahwa pembangunan benar-benar berjalan sesuai target, transparan, dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh warga.

Lebih lanjut, usai meninjau Jembatan Merah Putih, Danrem melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Kodim Persiapan di Desa Bula. 

"Kehadiran Kodim baru nantinya diharapkan mampu memperkuat pembinaan teritorial sekaligus memperpendek rentang kendali pelayanan TNI kepada masyarakat di wilayah yang memiliki cakupan geografis luas," tuturnya. 

Dirinya mengatakan peninjauan terhadap dua proyek tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertahanan dan pembangunan daerah tidak bisa dipisahkan. 

Infrastruktur yang baik akan memperkuat stabilitas wilayah, sementara keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya bukan pada peletakan batu pertama atau kunjungan lapangan, melainkan pada konsistensi penyelesaian pekerjaan hingga tuntas.

"Masyarakat SBT telah terlalu sering mendengar janji percepatan pembangunan.Kini yang dibutuhkan adalah hasil nyata yang dapat dilihat, digunakan, dan dirasakan manfaatnya," kata Saputra.

Ia menambahkan, kunjungan Danrem ke lokasi proyek menjadi pengingat bahwa setiap pembangunan harus dikawal secara serius. 

"Jembatan Merah Putih dan Kodim Persiapan bukan hanya simbol kehadiran negara, tetapi juga ukuran sejauh mana komitmen pembangunan benar-benar diwujudkan di daerah yang selama ini terus berjuang mengejar ketertinggalan infrastruktur," pungkasnya.(MUS)