Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mempertimbangkan dinamika harga energi global serta formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa harga Dexlite (CN 51) turun dari Rp26.600 per liter menjadi Rp23.500 per liter. Sementara Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp28.500 per liter menjadi Rp25.350 per liter.
Di sisi lain, harga Pertamax (RON 92) tetap bertahan di angka Rp12.600 per liter. Sedangkan Pertamax Turbo (RON 98) mengalami penyesuaian naik dari Rp20.350 per liter menjadi Rp21.200 per liter.
"Harga ini berlaku di seluruh provinsi di wilayah Papua dan Maluku dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen," ujar Ispiani, Senin (01/06/2026).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan secara berkala dengan memperhatikan perkembangan harga energi dunia dan ketentuan pemerintah yang berlaku.
Menurutnya, penurunan harga pada produk diesel nonsubsidi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor transportasi dan distribusi barang yang sangat bergantung pada bahan bakar diesel.
"Untuk sektor diesel, dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional," katanya.
Dia menegaskan Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan pasar energi global serta berkoordinasi dengan pemerintah guna menjaga ketersediaan energi yang andal, kompetitif dan berkelanjutan.
Selain itu, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap tersedia di seluruh jaringan SPBU guna memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
Lebih lanjut, meski harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan, turunnya harga Dexlite dan Pertamina Dex menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan pengguna kendaraan.
Berbahan bakar diesel di Maluku dan Papua yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi tingginya biaya operasional akibat fluktuasi harga energi global.
"Pertamina Patra Niaga akan terus memastikan ketersediaan energi tetap tersedia, andal dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk produk BBM berkualitas untuk mendukung performa kendaraan," pungkasnya.(RED)
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan secara berkala dengan memperhatikan perkembangan harga energi dunia dan ketentuan pemerintah yang berlaku.
Menurutnya, penurunan harga pada produk diesel nonsubsidi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor transportasi dan distribusi barang yang sangat bergantung pada bahan bakar diesel.
"Untuk sektor diesel, dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional," katanya.
Dia menegaskan Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan pasar energi global serta berkoordinasi dengan pemerintah guna menjaga ketersediaan energi yang andal, kompetitif dan berkelanjutan.
Selain itu, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap tersedia di seluruh jaringan SPBU guna memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
Lebih lanjut, meski harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan, turunnya harga Dexlite dan Pertamina Dex menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan pengguna kendaraan.
Berbahan bakar diesel di Maluku dan Papua yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi tingginya biaya operasional akibat fluktuasi harga energi global.
"Pertamina Patra Niaga akan terus memastikan ketersediaan energi tetap tersedia, andal dan mudah diakses masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk produk BBM berkualitas untuk mendukung performa kendaraan," pungkasnya.(RED)

0Komentar