AMBON, TINTATIMUR.ID - Dua tahun lalu, pasangan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath hadir dengan satu semangat besar yang kemudian dikenal luas melalui jargon Lawamena.
Kini, setelah dua tahun memimpin Provinsi Maluku, banyak kalangan menilai jargon tersebut tidak lagi sekadar menjadi simbol politik.
Lebih dari itu, telah menjelma menjadi gerakan pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat di berbagai penjuru daerah.
"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Maluku sebagai provinsi kepulauan, duet Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath mampu menghadirkan energi baru dalam tata kelola pemerintahan serta memperkuat posisi Maluku dalam percaturan pembangunan nasional," ujar Arsad (46), salah satu masyarakat Maluku, saat diwawancarai Tintatimur.id, pada Sabtu (20/06/2026).
Menurutnya, selama dua tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Lawamena terus bergerak memperjuangkan berbagai kebutuhan strategis daerah.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan konektivitas antar-pulau, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan sektor ekonomi unggulan yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat Maluku.
"Kehadiran kedua sosok kepemimpinan ini berhasil membuka ruang komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat," tuturnya.
Arsad menjelaskan bahwa, berbagai aspirasi dan kebutuhan daerah terus diperjuangkan sehingga Maluku semakin mendapat perhatian dalam agenda pembangunan nasional.
Tidak sedikit pihak yang menilai bahwa salah satu kekuatan utama kepemimpinan Lawamena adalah kemampuannya membangun kolaborasi.
"Hubungan yang harmonis antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, lembaga vertikal, hingga berbagai elemen masyarakat saat ini menjadi modal penting dalam mendorong percepatan pembangunan," jelasnya.
Dirinya mengatakan, di sektor ekonomi, pemerintahan Lawamena terus berupaya mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Maluku.
Sektor perikanan, kelautan, pertanian, perkebunan, dan UMKM menjadi fokus pengembangan guna menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas terus menjadi perhatian utama.
"Sebagai wilayah yang terdiri dari gugusan pulau-pulau, perhatian Pak Gubernur dan Wakil Gubernur terhadap akses transportasi menjadi kebutuhan mendasar yang menentukan laju pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan," katanya.
Selain itu, kata Arsad, pelayanan publik juga mengalami berbagai pembenahan. Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong birokrasi yang lebih cepat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang benar-benar hadir untuk rakyat.
"Selama dua tahun terakhir masyarakat mulai merasakan perubahan pola kepemimpinan yang lebih aktif, komunikatif, dan dekat dengan kebutuhan daerah," bebernya.
Senada dengan Arsad, Jirman salah satu masyarakat SBT mengungkapkan, Lawamena tidak hanya hadir dalam ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga berupaya memastikan kebijakan yang dibuat dapat menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Meski demikian, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Persoalan kemiskinan, pengangguran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pembangunan di wilayah terpencil tetap menjadi agenda penting yang harus dituntaskan pada sisa masa jabatan mereka.
"Namun dua tahun pertama kepemimpinan Lawamena telah menjadi fondasi yang kuat bagi arah pembangunan Maluku ke depan. Berbagai program yang telah dijalankan dinilai mulai menunjukkan hasil dan membuka optimisme baru bagi masyarakat," tandasnya.
Pria 29 tahun ini menambahkan, memasuki tahun ketiga pemerintahan, kepemimpinan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, masyarakat tidak hanya melihat janji perubahan, tetapi mulai menyaksikan langkah-langkah nyata menuju Maluku yang lebih maju, lebih kuat, dan lebih sejahtera.
"Dua tahun Lawamena adalah tentang kerja, kolaborasi, dan perubahan. Sebuah perjalanan yang belum selesai, tetapi telah memberi keyakinan bahwa Maluku sedang bergerak ke arah yang lebih baik." Pungkasnya.(RED)

0Komentar