AMBON, TINTATIMUR.ID – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, dinamika pemilihan Ketua Umum periode 2026-2029 mulai menghangat
Di tengah menguatnya dukungan dari sejumlah alumni, nama Umar A. Lessy menjadi salah satu figur yang dinilai layak memimpin organisasi alumni tersebut.
Merespons derasnya dukungan itu, Ketua DPD Partai Golkar Maluku tersebut menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan sekadar dukungan politik organisasi, melainkan amanah moral yang harus disikapi dengan penuh tanggung jawab.
"Saya tetap berterima kasih atas kepercayaan dan dorongan yang diberikan kepada saya sebagai calon Ketua IKA Unidar. Bagi saya, itu merupakan bentuk apresiasi sekaligus amanah moral yang tentu tidak bisa dipandang secara ringan," ujar Lessy, Sabtu (27/06/2026).
Dia menegaskan, IKA Unidar bukan hanya organisasi alumni, tetapi merupakan rumah besar yang harus menjadi ruang pemersatu seluruh lulusan Universitas Darussalam Ambon.
Menurutnya, proses Mubes tidak boleh terjebak pada persaingan yang berpotensi memecah kebersamaan.
"Ikatan Keluarga Alumni Universitas Darussalam Ambon adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat kolektif, bukan semata tentang siapa yang paling kuat atau paling berpeluang. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi ini menjadi wadah yang inklusif, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater maupun masyarakat luas," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa meski namanya terus diperbincangkan sebagai kandidat kuat, Lessy memilih menghormati mekanisme organisasi.
Menyerahkan seluruh proses kepada dinamika yang berkembang di kalangan alumni dan hasil musyawarah yang demokratis.
"Jika memang itu menjadi kehendak bersama dan melalui proses yang baik, tentu akan saya pertimbangkan dengan penuh tanggung jawab," jelasnya.
Lebih lanjut, IKA Unidar memiliki banyak tokoh alumni yang berkualitas dan memiliki kapasitas memimpin organisasi.
Sebab itu, Mubes harus menjadi panggung pertukaran gagasan dan adu visi, bukan arena yang melahirkan sekat di antara sesama alumni.
"Proses ini seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, memperluas partisipasi, serta menghadirkan gagasan-gagasan terbaik demi kemajuan organisasi, bukan justru menciptakan sekat atau polarisasi di antara sesama alumni," tegasnya.
Lessy juga mengingatkan bahwa tantangan organisasi alumni ke depan semakin kompleks.
Dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh elemen alumni, membangun jaringan yang kuat, serta menghadirkan program nyata yang berdampak bagi almamater dan masyarakat.
"Dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu merangkul, tetapi juga memiliki visi yang jelas, kerja nyata, serta komitmen untuk menjadikan Ikatan Alumni sebagai kekuatan sosial yang memberi dampak positif, baik bagi kampus maupun masyarakat," tandasnya.
Ia berharap Mubes IKA Unidar Ambon menjadi momentum memperkuat persaudaraan alumni dan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi menjadi lebih solid, progresif, serta relevan menghadapi tantangan zaman.
"Pada prinsipnya, siapa pun yang nantinya diberi amanah, saya berharap dapat membawa IKA Unidar ini semakin solid, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman," pungkasnya.(RED)

0Komentar