BULA, TINTATIMUR.ID - Semilir angin laut berembus pelan di antara deretan pohon kelapa yang menjulang di pesisir.

Air laut berwarna biru kehijauan tampak tenang membentang sejauh mata memandang, sementara gugusan karang kecil yang ditumbuhi pepohonan hijau berdiri kokoh di tengah perairan.

Pemandangan itulah yang menyambut setiap orang yang menginjakkan kaki di Pantai Owan, sebuah destinasi wisata yang tersembunyi di Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Di tengah banyaknya potensi wisata bahari yang dimiliki Maluku, Pantai Owan hadir dengan pesonanya yang masih alami. 

Belum banyak tersentuh pembangunan besar, kawasan ini justru menawarkan sesuatu yang kini semakin sulit ditemukan di banyak tempat wisata, ketenangan dan keaslian alam.

Bagi Jainab Lulang, warga Desa Administratif Kilmuda yang baru saja berkunjung ke lokasi tersebut, pengalaman menikmati Pantai Owan menjadi momen yang sulit dilupakan.

“Begitu tiba di lokasi, kita langsung disambut pemandangan yang luar biasa. Air lautnya sangat jernih, suasananya tenang, dan pemandangannya benar-benar memanjakan mata. Ini salah satu pantai terindah yang pernah saya kunjungi di SBT,” tutur Lulang, Rabu (17/06/2026).

Keindahan Pantai Owan tidak hanya terletak pada hamparan lautnya yang tenang. Gugusan karang yang tersebar di sekitar pantai membentuk lanskap unik yang jarang ditemui di tempat lain. 
Pepohonan hijau yang tumbuh di atas karang-karang tersebut menghadirkan perpaduan warna yang memukau, menciptakan panorama yang seolah dilukis oleh alam.

Di bawah rindangnya pohon kelapa, pengunjung dapat duduk berlama-lama menikmati deburan ombak yang pelan menyentuh bibir pantai. 

Tidak sedikit yang datang hanya untuk melepas penat, menikmati udara segar, atau mengabadikan keindahan alam yang masih terjaga.
Namun di balik pesona yang dimiliki, Pantai Owan masih menghadapi tantangan yang sama dengan banyak destinasi wisata lainnya di daerah terpencil, yakni minimnya fasilitas dan promosi.

Menurut perempuan berusia 27 tahun itu, potensi besar yang dimiliki pantai tersebut belum sepenuhnya mendapat perhatian yang memadai. 

Padahal, jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, Pantai Owan berpeluang menjadi salah satu ikon wisata bahari unggulan daerah yang kini menginjak usia
dua puluh dua tahun itu. 

“Pantai Owan memiliki daya tarik yang luar biasa. Jika mendapat perhatian serius dari pemerintah dan didukung fasilitas yang memadai, saya yakin tempat ini bisa menjadi tujuan wisata favorit, bahkan bagi wisatawan dari luar Maluku,” ujarnya.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Daerah yang dikenal dengan julukan Ita Wotu Nusa sejatinya menyimpan banyak kekayaan alam yang belum banyak diketahui publik.
Pantai Owan hanyalah satu dari sekian banyak keindahan yang tersembunyi di wilayah kepulauan Seram Bagian Timur.

Di tengah upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, Pantai Owan menjadi bukti bahwa potensi besar masih menanti untuk digali. 

Keindahannya telah ada, pesonanya telah nyata. Yang dibutuhkan kini adalah perhatian, pengelolaan, dan promosi yang tepat agar surga kecil di Timur Gorom ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia.
Dan ketika matahari mulai condong ke ufuk barat, cahaya keemasan yang memantul di permukaan laut Pantai Owan seakan menyampaikan satu pesan sederhana.

Bahwa di sudut timur Gorom, masih ada permata yang menunggu untuk ditemukan dan dikelola secara serius. 
“Kita sebagai generasi muda SBT berharap keindahan seperti Pantai Owan dapat diperkenalkan lebih luas kepada dunia,” tutup Lulang.(RED)