BULA, TINTATIMUR.ID - Gelombang tinggi yang terus menghantam pesisir Negeri Administratif Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Kondisi tersebut menyebabkan tanggul penahan ombak jebol dan mengakibatkan sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan.

Memicu kekhawatiran masyarakat karena sejumlah rumah lain yang berada di sepanjang garis pantai kini terancam abrasi dan terjangan ombak yang terus berlangsung setiap hari.

Warga Aruan Gaur, Ahmad, mengatakan masyarakat saat ini hanya dapat melakukan upaya darurat secara swadaya dengan memanfaatkan batang pohon kelapa dan material seadanya untuk mengurangi dampak hantaman gelombang.

“Untuk sementara kami menggunakan batang pohon kelapa sebagai penahan ombak darurat. Namun cara ini tidak cukup kuat menghadapi gelombang yang datang setiap hari. Kami berharap pemerintah segera membantu membangun kembali tanggul penahan ombak agar kerusakan tidak semakin meluas,” kata Ahmad, Senin (15/06/2026).

Menurutnya, tiga rumah warga telah mengalami kerusakan cukup serius akibat abrasi dan gelombang tinggi. Jika tidak segera ditangani, kerusakan diperkirakan akan terus bertambah karena cuaca ekstrem dan gelombang besar masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

“Kalau tidak ada tanggul penahan ombak, kami khawatir rumah-rumah di sepanjang pantai bisa rusak total. Kondisi ini sangat memengaruhi keamanan tempat tinggal dan aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ancaman yang dihadapi warga bukan hanya kerusakan bangunan rumah, tetapi juga hilangnya rasa aman karena setiap kali gelombang besar datang, abrasi semakin mendekati kawasan permukiman.

Dirinya mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, Pemerintah Provinsi Maluku, serta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kerusakan tanggul dan ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir.

Lebih lanjut, pembangunan kembali tanggul penahan ombak merupakan kebutuhan mendesak guna melindungi permukiman dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

Selain itu, Ahmad juga berharap adanya bantuan darurat bagi keluarga yang rumahnya telah terdampak bencana tersebut.

“Kami berharap pemerintah tidak menunggu sampai kerusakan semakin parah. Masyarakat masih terus memantau kondisi gelombang di pesisir Aruan Gaur dan berharap ada solusi nyata untuk mengatasi abrasi serta gelombang tinggi yang terus berulang setiap tahun,” tuturnya.

Ia menambahkan, hingga kini, warga tetap waspada menghadapi gelombang tinggi yang masih terjadi di wilayah pesisir Aruan Gaur.

"Kita waspada sambil menunggu penanganan dari pemerintah guna melindungi permukiman mereka dari ancaman kerusakan yang lebih besar." Pungkasnya.(RED)