AMBON, TINTATIMUR.ID - Di tengah berbagai tantangan pembangunan dan dinamika politik yang terus berkembang, tingkat kepercayaan masyarakat Maluku terhadap kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dinilai masih tetap kuat.

Penilaian tersebut disampaikan salah satu masyarakat Maluku, Mumu Umasugy, kepada Tintatimur.id pada Sabtu (13/06/2026).

Menurutnya, kondisi Maluku yang tetap aman, kondusif, dan jauh dari gejolak sosial maupun politik menjadi bukti nyata bahwa masyarakat masih memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Pemerintah Provinsi Maluku.

"Kalau masyarakat tidak percaya kepada pemerintah, tentu akan muncul banyak gejolak dan penolakan. Namun yang kita lihat saat ini, Maluku tetap kondusif dan masyarakat masih terlibat dalam berbagai program pembangunan," ujarnya. 

Dia mengatakan, kepercayaan publik tidak hanya diukur dari angka survei, tetapi juga dapat dilihat dari stabilitas daerah, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta hubungan komunikasi yang tetap terjalin antara pemerintah dan masyarakat.

Mumu menilai salah satu kekuatan kepemimpinan Hendrik Lewerissa adalah kemampuannya membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan persuasif.

Dirinya juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.

Karena itu, kritik tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.

"Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang anti kritik, tetapi pemerintah yang mampu mendengar dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk bekerja lebih baik," katanya.

Lebih lanjut, Mumu menyebut sejumlah program pemerintah di bidang pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga sektor kelautan dan perikanan masih mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Karena itu, ia berharap kepercayaan publik yang selama ini terjaga dapat terus menjadi modal sosial bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan ke depan.

"Kepercayaan rakyat adalah energi pembangunan. Ketika masyarakat percaya, maka pemerintah akan lebih mudah menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya.(RED)