AMBON, TINTATIMUR.ID – Wakil Wali Kota Ambon, menegaskan pentingnya pendataan pelaku ekonomi digital dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berbagai profesi baru yang tumbuh di era teknologi dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh di Amaris Hotel Ambon, Selasa,(02/05/2026).
Menurutnya, perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor usaha konvensional. Berbagai profesi berbasis digital kini telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
"Perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor usaha konvensional. Terdapat banyak profesi baru yang tumbuh di ruang digital dan harus tercatat dengan baik, sehingga kontribusinya terhadap perekonomian dapat diketahui secara jelas," ujarnya.
Dia menjelaskan, penggunaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan pendataan dengan perkembangan ekonomi digital yang terus berkembang.
Profesi seperti kreator konten, influencer, pembuat video digital, hingga berbagai usaha berbasis platform daring dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Lebih lanjut, melalui klasifikasi yang lebih mutakhir, pemerintah dapat melihat secara lebih rinci berbagai potensi ekonomi yang selama ini belum tergambar secara utuh dalam data statistik.
"Melalui klasifikasi yang lebih mutakhir, kita dapat melihat secara lebih rinci potensi ekonomi yang selama ini mungkin belum tergambarkan secara utuh dalam data statistik. Hal ini penting untuk mendukung penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan investasi, pengembangan UMKM, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Karena itu, Pemkot Ambon berkomitmen mendukung seluruh kegiatan statistik yang dilaksanakan BPS guna mewujudkan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat." Pungkasnya.(RED)

0Komentar