BULA, TINTATIMUR.ID Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang mulai berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Sejumlah langkah darurat kini dilakukan untuk menjaga pasokan air di Daerah Irigasi (D.I.) Matakabo, Kecamatan Bula Barat, agar aktivitas pertanian tetap berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, mengatakan penurunan debit Sungai Matakabo secara signifikan menyebabkan elevasi muka air tidak lagi mencapai intake, sehingga distribusi air ke jaringan irigasi sempat terhenti.

"Kondisi ini berpotensi mengganggu layanan irigasi seluas 185 hektare yang melayani wilayah Way Samet, Way Matakabo, Way Ketambaru, Akijaya dan Banggai Pancorang," ujar Ruslan dalam keterangan yang diterima Tintatimur.id, Sabtu (25/07/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengancam pasokan air bagi ratusan hektare lahan pertanian jika tidak segera ditangani.

Sebab itu, BWS Maluku mengambil langkah cepat untuk memastikan layanan irigasi tetap berfungsi selama musim kemarau sekaligus menekan risiko gagal panen.

Dia menjelaskan, penanganan darurat dilakukan melalui dua strategi utama. Pertama, melakukan normalisasi pada bagian hulu bendungan guna menaikkan elevasi muka air agar kembali mencapai intake.

Sedangkan keduanya, memanfaatkan embung yang telah tersedia dengan mengalirkan air ke jaringan irigasi menggunakan empat unit pompa.

"Sebagai tahap awal pelaksanaan penanganan darurat, alat berat dan empat unit pompa telah dimobilisasi ke lokasi pada 21 Juli 2026," katanya.

Dirinya menegaskan, upaya tersebut merupakan bentuk komitmen BWS Maluku dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian di tengah ancaman kekeringan yang dipicu El Nino.

Ia berharap kebutuhan air bagi lahan pertanian di Kecamatan Bula Barat tetap terpenuhi sehingga produktivitas petani dapat dipertahankan dan ketahanan pangan masyarakat di daerah setempat terjaga di tengah musim kemarau.

"Diharapkan rangkaian upaya penanganan darurat yang terus dilakukan ini dapat menjaga keberlangsungan layanan irigasi di D.I. Matakabo, memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian secara bertahap, serta membantu menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat di tengah musim kemarau," pungkasnya. (RED)