BULA, TINTATIMUR.ID Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Keselamatan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali bergerak membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga Dusun Teluk, Desa Englas, Kecamatan Bula, Minggu (26/07/2026).

Kepala Dinas Damkar dan Keselamatan SBT, Hadi Rumbalifar, mengatakan langkah tersebut sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT terhadap keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.

"Damkar SBT dipimpin langsung saya sendiri memberikan bantuan air bersih kepada warga Dusun Teluk, Desa Englas yang mengalami dampak kekeringan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pendistribusian air bersih menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.30 WIT.

Dalam waktu sekitar dua setengah jam, sebanyak 4.000 liter air berhasil disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Menurutnya, selama musim kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Bula, Pemkab SBT melalui Damkar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya memenuhi kebutuhan air masyarakat.

BPBD, kata dia, telah menempatkan sejumlah tangki penampungan air di lokasi-lokasi terdampak.

Selanjutnya, Damkar dan BPBD secara bergantian melakukan pengisian air bersih agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.

"Selama ini kami rutin melakukan pengisian air pada tong-tong yang disediakan BPBD di lokasi yang kekurangan air bersih. Beberapa hari ini kami siaga kebakaran, sehingga rencananya besok kami kembali menyuplai air bersih ke lokasi-lokasi terdampak lainnya," katanya.

Dirinya mengakui masih ada sejumlah kawasan yang belum memiliki tangki penampungan air karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, hal itu tidak mengurangi komitmen Damkar SBT untuk tetap melayani masyarakat.

Ia menegaskan, warga yang membutuhkan bantuan air bersih tetap dapat mengajukan permintaan langsung ke Kantor Damkar SBT dan akan dilayani menggunakan armada mobil pemadam.

"Sudah beberapa kali kami menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada BPBD untuk penambahan tangki air. Namun kembali terkendala anggaran dan kami memahami kondisi saat ini. Jika masyarakat datang langsung ke kantor meminta bantuan air bersih, kami tetap melayani dengan mobil Damkar," pungkasnya. (RED)