Oleh: Mariah Sehwaky 

TINTATIMUR.ID - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Demokrasi Indonesia Memiliki Relasi Geneologis yang sangat kuat, sejak didirikan HMI telah memiliki komitmen ganda yakni Komitmen keislaman dan Keindonesian. Dalam rekam jejak bangsa HMI tidak sekedar menjadi penonton semata melainkan sebagai aktor kunci dalam perjuangan mengisi konsensus demokrasi indonesia.

Sejarah telah mencatat bahwa perjalanan HMI selalu berkelindan dengan dinamika politik nasional, dan terus menggaumkan pancasila dan konstitusi dari ancaman otoritarisme, sehingga tidak salah jika HMI di sebut sebagai anak kandung demokrasi.

Namun saat ini dengan kendati memiliki warisan historikal yang di agungkan, posisi dan kontribusi HMI Terhadap demokrasi belakangan ini mengalami ujian yang amat krusial terjadi pergeseran peran dan kritis akibat dinamika internal maupun pergeseran lanskap politik.

Demokrasi saat ini Telah di dominasi oleh kepentingan oligarki, dan pragmatisme, yang dapqat merusak moral dan kehidupan intelektual, generasi baru hharus di uji mentalitasnya dengan ketergantuanga, dan itu berdampak kepada kader kader HMI yang Masi aktif dalam lintasan proses. 

Solusi 

Untuk mengembalikan HMI sebagai benteng pertahaan demokrasi indonesia di perlukan langkah langkah solutif yang fundamental rasional dan terukur secara komprehensif dengan mengembalikan makna independensi etis dan organisatoris.

HMI dengan pola pengkaderan harusnya suda di sesuaikan dengan tantangan era, tampa merusak nilai nilai dasar perjuangan, rekontruksi dan modernisasi kurikulum perkaderan sangat di perlukan, menginta Dalam pergeseran jaman, tidak bisa di pungkiri bahwa pergeseran dinamika demokrasi juga akan terjadi, serta pertumbuhan demokrasi juga memperlukan gagasan gagasan baru yang dapat mempermudah jalannya demokrasi.

Untuk itu HMI Harus mampu memnganalisa data publik, keamanan siber, pengkaderan yang terstruktur, melakukan strategi advokasi digital, mengawal kebijakan publik, penguatan integritas pribadi dan pemahaman komprenhensif mengeani bahaya demokrasi pragmatis.