BULA, TINTATIMUR.ID – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Englas, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terus menunjukkan progres signifikan.
Memasuki tahapan konstruksi yang krusial, personel TNI dari Koramil 1502-06/Bula bersama masyarakat mulai melakukan pengecoran empat tiang abutmen tengah pada Selasa (28/07/2026).
Komandan Koramil (Danramil) 1502-06/Bula, Kapten Inf M. Jen Anjarang, mengatakan pekerjaan tersebut dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan anggota Koramil serta warga Desa Englas, Dusun Teluk, dan Desa Sesar.
"Hari ini kami bersama masyarakat melaksanakan pengecoran empat tiang abutmen tengah. Target kami seluruh pengecoran empat tiang dapat diselesaikan sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan ke tahap pembuatan gelagar tengah," ujar Anjarang kepada Tintatimur.id.
Dia menjelaskan, apabila proses pengecoran berjalan sesuai jadwal, pembangunan gelagar tengah akan dimulai pada Rabu lalu. Tahap tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga hari.
Setelah itu, kata Anjarang, pekerjaan akan difokuskan pada penyambungan konstruksi dari kedua sisi jembatan menuju abutmen tengah.
Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu antara lima hingga sepuluh hari.
"Kami optimistis seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga penyambungan dari kedua sisi menuju abutmen tengah bisa segera diselesaikan," katanya.
Meski demikian, pembangunan masih menghadapi kendala pada pengiriman material utama berupa besi H yang hingga kini masih dalam perjalanan dari Kota Ambon menuju lokasi proyek.
"Kami masih menunggu besi H yang dikirim dari Ambon. Mudah-mudahan material tersebut segera tiba sehingga pekerjaan dapat dipercepat dan jembatan selesai sesuai target," tuturnya.
Dirinya berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat dirampungkan pada pertengahan hingga akhir Agustus 2026 sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Jembatan Garuda di Desa Englas merupakan satu dari empat jembatan serupa yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat di bawah jajaran Kodim 1502/Masohi.
Dari empat jembatan tersebut, tiga di antaranya telah selesai dibangun dan kini telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Pembangunan jembatan ini kita harapkan mampu membuka akses menuju wilayah yang sebelumnya terisolasi, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas lainnya di Kabupaten SBT." Pungkasnya. (RED)

0Komentar