BULA, TINTATIMUR.ID Pemerintah Desa Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terus memantau dampak musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Selain memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah titik, musim kemarau juga menyebabkan warga di beberapa RT mengalami krisis air bersih.

Kepala Desa (Kades) Wailola, Amin Rumbara, mengatakan dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa lokasi, di antaranya RT 01, RT 06, serta beberapa titik lainnya. 

"Sejak kurang lebih satu minggu lalu terjadi kebakaran di beberapa titik, yakni di RT 01, RT 06 dan beberapa lokasi lainnya. Terakhir kebakaran terjadi kemarin, sehingga kami masih terus melakukan pemantauan," ujar Rumbara, kepada Tintatimur.id, Kamis (23/07/2026).

Dia mengapresiasi gerak cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten SBT, Polres SBT.

Serta berbagai pihak yang telah membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas hingga ke permukiman warga maupun fasilitas umum.

Meski demikian, Pemerintah Desa Wailola tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi Karhutla masih cukup tinggi.

Kondisi rerumputan dan pepohonan yang semakin mengering, ditambah angin kencang, dinilai berpotensi memicu kebakaran baru.

"Kami terus memantau situasi dan sekaligus mengampanyekan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran," katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa selain ancaman Karhutla, musim kemarau juga menyebabkan krisis air bersih di RT 01 dan RT 06.

Pemerintah desa sebelumnya berupaya menyuplai air bersih kepada warga, namun distribusi tersebut belum dapat dilakukan secara rutin karena keterbatasan anggaran.

"Kesulitan air bersih terjadi di RT 01 dan RT 06. Kami sudah berupaya melakukan suplai air, tetapi tidak bisa setiap hari hingga saat ini, apalagi jika musim kemarau berlangsung lebih lama, karena terkendala anggaran," jelasnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak sesuai kebutuhan serta bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.

"Kami mengajak masyarakat menggunakan air bersih secara hemat, tetap menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, dan bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar musim kemarau ini segera berlalu," pungkasnya. (RED)