BULA, TINTATIMUR.ID — Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Ahmad Voth, meminta pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 dilakukan secara cermat dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Voth dalam Rapat Paripurna Ke-14 Masa Persidang Ketiga Tahun Sidang 2026, dalam Rangka Penyampaian Pandangan Akhir Fraksl-Fraksi dan Persetujuan Bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Dan Rapat Paripurna Ke-15 Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2026, dalam Rangka Penyampaian Nota
Pengantar Bupati terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Palafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Jumat (14/08/2026) malam.
Dia mengatakan, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah daerah dan DPRD untuk lebih berhati-hati dalam menentukan arah belanja.
“Dengan kondisi fiskal daerah kita saat ini, kita harus menunjukkan kehati-hatian dalam belanja,” ujar Voth.
Menurutnya, proses pembahasan APBD Perubahan harus benar-benar melihat urgensi setiap program dan kegiatan.
Belanja yang bersifat wajib dan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, kata dia, harus menjadi perhatian utama.
“Pada saat melakukan proses pembahasan, kita lebih prioritaskan pada urgensi kebutuhannya,” tegasnya.
Dirinya juga mengingatkan agar setiap belanja yang masuk dalam APBD Perubahan dipelajari secara matang sehingga anggaran yang terbatas dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat SBT.
Ia berharap pembahasan APBD Perubahan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi anggaran, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Semangat kita adalah untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (RED)

0Komentar