MALTENG, TINTATIMUR.ID — Ada cara berbeda yang dilakukan Relawan Rumah Zakat untuk merayakan semangat kemerdekaan di Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Selain menggelar kegiatan sosial dan edukasi, para relawan menutup rangkaian Ekspedisi Bakti Relawan Rumah Zakat Spesial Kemerdekaan dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 80 meter dengan lebar 2,5 meter di kawasan Benteng Belgica.
Aksi simbolis tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi semangat kemerdekaan sekaligus simbol kebersamaan relawan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta membangun generasi yang lebih tangguh dan peduli.
Ekspedisi tersebut berlangsung selama lebih dari tiga hari di sejumlah lokasi strategis di Kecamatan Kepulauan Banda dengan menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) hingga pelajar sekolah menengah.
Rangkaian kegiatan dikemas secara ringan, edukatif, inspiratif, serta diselingi permainan agar mudah diterima oleh peserta.
Di Desa Lontohir RT 05, para relawan menghadirkan Kelas Inspirasi khusus bagi anak-anak TPQ dengan tema “Jangan Takut Bermimpi”.
Melalui cerita-cerita inspiratif, anak-anak diajak mengenal arti penting memiliki cita-cita dan berani mengejar mimpi.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan melalui cerita, permainan, dan aktivitas edukatif.
Tak hanya menyasar anak-anak, ekspedisi tersebut juga menghadirkan edukasi kesiapsiagaan bencana bagi para pelajar di SMAN 30 Maluku Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Materi juga disampaikan oleh Pos SAR Banda, termasuk mengenai pertolongan pertama serta proses pencarian dan penyelamatan korban ketika terjadi bencana alam.
Semangat kepedulian juga diwujudkan melalui aksi lingkungan. Para relawan bersama masyarakat melakukan aksi bersih-bersih pantai sekaligus menanam sebanyak 1.000 tunas mangrove di sepanjang pesisir Desa Lontohir, Komplek Bandrei.
Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Terlebih, kawasan Banda memiliki potensi wisata bahari yang menjadi salah satu daya tarik daerah Maluku.
Kegiatan Rumah Zakat tersebut mendapat apresiasi dari Camat Banda Handayani Hassanusi dan Ketua RT 05 Desa Lontohir.
Mereka menyampaikan rasa terima kasih karena Kecamatan Banda dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan aksi sosial dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat. Kami sangat senang dengan kedatangan teman-teman relawan di desa kami dengan membawa program-program sosial ini. Apalagi dengan adanya 1.000 pohon mangrove, ini sangat membantu kami masyarakat pesisir,” ujar Ketua RT 05 Desa Lontohir, melalui keterangan tertulis yang diterima Tintatimur.id, Kamis (27/08/2026).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Rumah Zakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mulai dari mengedukasi anak-anak agar berani bermimpi, membekali pelajar dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana, membersihkan pantai, menanam 1.000 mangrove hingga membentangkan Merah Putih sepanjang 80 meter di kawasan Benteng Belgica.
Semangat kemerdekaan pun dirayakan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat: bergerak, berbagi, dan menjaga lingkungan. (RED)

0Komentar