AMBON, TINTATIMUR.ID Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Ambon dan PT DSA bentuk satu gerakan. 

Para tiga elemen ini bersepakat mendorong gerakan penyelamatan sumber daya air sebagai langkah nyata menghadapi ancaman krisis air di masa depan.

Pasalnya, ditengah musim kemarau ini, krisis air bersih saat kini mulai dirasakan warga masyarakat Kota Ambon.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PC IMM Kota Ambon Basyir Tuhepaly kepada Tintatimur.id, Senin (03/8/2026).

Basyir menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi yang dihadiri Ketua Umum PC IMM Kota Ambon Basyir Tuhepaly, Sekretaris Umum PC IMM Mansyur Tomagola, Fungsionaris IMM Samil Rahareng, Pengurus ICMI Kota Ambon Ikbal Kaplale, serta Direktur PT DSA Kota Ambon Jefri Riry.

Lebih lanjut, mereka sangat keprihatin terhadap kondisi ketersediaan air bersih di Kota Ambon yang dinilai semakin memprihatinkan seiring meningkatnya jumlah penduduk.

"Fenomena jumlah kepadatan penduduk di Kota Ambon semakin meningkat, dan debit air di beberapa mata air semakin mengecil. Ini akan berdampak langsung kepada pelayanan air bersih kepada warga Kota Ambon," ujarnya.

Menurutnya, persoalan air bersih harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Dia menilai menjaga sumber mata air merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan hidup masyarakat di masa mendatang.

Dirinya juga menegaskan bahwa menjaga ketersediaan air bersih merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan rakyat.

Sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga sumber mata air dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya penggunaan air secara bijak.

"Kemerdekaan tidak hanya soal bendera. Tapi juga soal apakah rakyat bisa minum air bersih di rumahnya sendiri. Ini PR kita bersama," tuturnya. 

Senada disampaikan Direktur PT DSA Kota Ambon, Jefri Riry. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan kalangan akademisi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

"Air adalah kebutuhan dasar. Kalau mata air kita tidak dijaga dari sekarang, 5–10 tahun ke depan Ambon bisa krisis. Maka harus ada gerakan bersama," tegas Jefri.

Sementara itu, Pengurus ICMI Kota Ambon, Ikbal Kaplale, mengatakan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya aksi nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

"Dalam momentum 17 Agustus 2026 ini ada ide besar yang akan kami dorong bersama, yaitu gerakan penyelamatan mata air dan edukasi hemat air untuk seluruh warga kota," kata Ikbal.

Diketahui, dalam pertemuan tersebut, IMM, ICMI, dan PT DSA berkomitmen untuk terus membangun sinergi dalam mendorong gerakan penyelamatan mata air serta edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (RED)