BULA, TINTATIMUR.IDKemarau panjang yang melanda Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai berdampak langsung terhadap sektor pertanian masyarakat.

Tanaman warga yang rusak hingga mati akibat kekeringan kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten SBT.

Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, pemerintah daerah telah meminta Dinas Pertanian melakukan pendataan terhadap masyarakat yang kebunnya terdampak.

“Saya sudah bicara sama Kadis Pertanian untuk masyarakat yang kebunnya terkena dampak, sampai akhirnya mati pohon-pohon yang sudah ditanam untuk mendata dan melaporkan ke Dinas Pertanian,” kata Fachri, Senin (17/08/2026).

Lebih lanjut, data tersebut nantinya akan diverifikasi sebelum pemerintah memberikan bantuan.

“Lalu kita cross-check kembali untuk kemudian mendapat ganti berupa bibit gratis dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Dia menegaskan bantuan bibit tidak diberikan tanpa dasar, tetapi disesuaikan dengan data yang telah diverifikasi pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga telah membicarakan kebutuhan penanganan bencana SBT bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Fachri menyebut respons BNPB terhadap kebutuhan daerah cukup positif.

“Alhamdulillah respons dari BNPB yang ada, yang datang, dan Pak Ali juga sangat positif. Ada banyak komitmen yang akan dituntaskan untuk membantu kita di daerah,” jelasnya. 

Selain kekeringan, kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah, terutama di wilayah Bula.

Fachri memastikan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak bencana sekaligus membantu masyarakat yang mengalami kerugian.

Untuk sektor pertanian, pendataan menjadi langkah awal sebelum bantuan bibit disalurkan secara gratis kepada warga yang benar-benar terdampak. (RED)