BULA, TINTATIMUR.ID Persoalan abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjadi salah satu perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Riswandi, mengatakan, abrasi yang dipicu gelombang pasang dan cuaca ekstrem perlu mendapat penanganan serius.

“Tentu ini jadi perhatian Kepala BNPB terkait abrasi karena gelombang pasang akibat cuaca ekstrem,” ujar Riswandi, Kamis (13/08/2026).

Menurutnya, BNPB akan melihat skala prioritas penanganan berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan dan usulan dari Pemerintah Kabupaten SBT.

Terkait permintaan pemerintah daerah untuk bantuan geobag, Riswandi mengatakan BNPB akan melakukan kajian lebih lanjut. Sebab, persoalan abrasi membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat sementara.

“Kami akan bantu BNPB semaksimal mungkin dari permintaan pemerintah untuk diadakan geobag, tapi kami akan melihat secara lebih dalam lagi karena untuk abrasi ini memang diperlukan sesuatu yang permanen,” jelasnya.

Dia mengatakan, BNPB juga akan menganalisis kemungkinan intervensi bersama dengan instansi lain untuk menangani abrasi yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat di wilayah pesisir.

“Nanti akan kami analisis lagi apakah intervensi kami didukung juga oleh kolaborasi dari instansi lain untuk mengatasi soal abrasi ini yang memang sudah sangat terasa dampaknya sekali di masyarakat, di pesisir,” katanya.

Dirinya menegaskan, BNPB akan bekerja bersama pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Ini akan kami intervensi bersama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke SBT, Riswandi didampingi Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha R. Wattimena dan Wakapolres SBT Kompol Johanis Titus.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung sejumlah persoalan bencana yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kekeringan, kebutuhan air bersih, Karhutla hingga abrasi pesisir. (RED)