BULA, TINTATIMUR.IDDampak El Nino, kemarau panjang yang memicu krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga abrasi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat perhatian serius dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, F. Alimudin Kolatlena mengatakan, Pemerintah Kabupaten SBT telah mengusulkan Dana Siap Pakai (DSP) kepada pemerintah pusat melalui BNPB untuk menangani berbagai dampak bencana tersebut.

“Dengan terjadinya dampak El Nino, kemarau panjang yang berakibat kepada krisis air bersih, lalu juga kebakaran hutan dan lahan, dan termasuk juga abrasi karena kita langganan terhadap musim gelombang,” ujar Kolatlena kepada Tintatimur.id, Minggu (16/08/2026).

Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan pemerintah daerah kepada BNPB. Komunikasi dengan Kepala BNPB juga telah dilakukan dan mendapat respons serius.

“Sudah diusulkan dan kita sudah me-call up, yang komunikasi dengan Kepala Badan, dan karena itu beliau mengirim timnya, Pak Hariswandi dan kawan-kawan yang sudah empat hari berada di Kota Bula,” katanya.

Politisi Gerindra ini menjelaskan bahwa tim BNPB telah melakukan survei dan verifikasi di sejumlah titik terdampak bencana.

Dia menyebut, perhatian BNPB terhadap kondisi SBT juga tidak terlepas dari arahan Presiden. Sebab itu, ia optimistis usulan DSP yang diajukan pemerintah daerah dapat segera dieksekusi.

“Jadi, ini untuk verifikasi lebih jauh langsung permohonan yang sudah diusulkan oleh pemerintah daerah, dan insya Allah akan bisa dieksekusi oleh BNPB,” tuturnya. 

Ketika ditanya mengenai titik terang realisasi bantuan tersebut, Kolatlena menegaskan bahwa peluangnya sangat terbuka.

“Sangat terang, karena itu Pak Kepala langsung respon,” tegasnya.

Lebih lanjut, BNPB pada prinsipnya akomodatif terhadap usulan penanganan bencana dari daerah, sepanjang didukung data, fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang penting basisnya, data, fakta, dan bisa dipertanggungjawabkan, akuntabel. Nah, BNPB selalu respon,” jelasnya.

Lebih lanjut, kehadiran tim BNPB di SBT di tengah tingginya penanganan bencana di berbagai daerah menunjukkan kesungguhan pemerintah pusat dalam merespons kondisi yang terjadi di daerah.

“Di tengah tugas-tugas mereka yang banyak, kemarin kita sendiri tahu bahwa ada bencana gempa di NTT, dan setiap hari itu terjadi bencana di Indonesia. Dan BNPB tidak pernah berhenti sehari pun dalam bekerja,” bebernya.

Ia berharap hasil verifikasi tim BNPB di SBT dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat yang terdampak kekeringan, karhutla dan abrasi mendapatkan penanganan nyata. (RED)