BULA, TINTATIMUR.ID — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengajak seluruh pemerintah desa memanfaatkan program pembuatan Website Desa secara gratis yang tersedia sepanjang tahun 2026.
Program tersebut merupakan hasil pengajuan Diskominfo SBT kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk penyediaan website desa bagi seluruh wilayah di Kabupaten SBT.
Dari pengajuan tersebut, Komdigi menyetujui sebanyak 198 desa di Kabupaten SBT untuk mendapatkan layanan pembuatan Website Desa secara gratis selama 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Diskominfo Kabupaten SBT, Sitti R. Meutia Manaban, melalui keterangan tertulis yang diterima Tintatimur.id, Selasa, (29/09/2026).
Meutia, mengatakan program tersebut disiapkan untuk membantu pemerintah desa memiliki media informasi resmi yang dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, melalui Website Desa, pemerintah desa dapat mempublikasikan data dan informasi pelayanan, kegiatan pemerintahan, program pembangunan, hingga berbagai potensi serta produk unggulan desa.
“Website Desa dapat menjadi media resmi pemerintah desa untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pemanfaatan website desa juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterbukaan informasi publik sekaligus mempercepat digitalisasi pemerintahan dan pelayanan di tingkat desa.
Sebab itu, Diskominfo SBT mengimbau pemerintah desa yang belum memiliki website agar segera memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Bagi desa yang belum memiliki website, silakan datang ke Kantor Dinas Kominfo SBT untuk melakukan pengajuan dan proses pembuatan Website Desa,” katanya.
Dirinya memastikan layanan tersebut masih diberikan secara gratis hingga Desember 2026.
Sementara mulai 2027, layanan pembuatan Website Desa tidak lagi diberikan secara gratis dan akan dikenakan biaya.
Ia berharap seluruh desa dapat memanfaatkan program tersebut sebelum masa layanan gratis berakhir.
"Sehingga setiap desa memiliki media digital resmi sebagai sarana informasi dan pelayanan kepada masyarakat." Pungkasnya. (RED)

0Komentar