BULA, TINTATIMUR.ID — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menilai keberadaan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sangat penting untuk mencegah masyarakat terbebani biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) SBT, Punira Kilwalaga, mengatakan persoalan status kepesertaan BPJS Kesehatan dapat menjadi masalah serius ketika masyarakat datang dalam kondisi sakit.
Dia menjelaskan, dalam kondisi tertentu masyarakat yang kepesertaannya tidak aktif harus melalui proses aktivasi terlebih dahulu.
Proses tersebut tidak serta-merta membuat kepesertaan langsung aktif.
“Ketika hari itu juga baru dia daftarkan, maka hari itu juga belum aktif. Semuanya dari ketiga permasalahan tadi, dia harus menunggu 14 hari baru aktif,” ujar Punira, Senin (07/09/2026).
Situasi tersebut dinilai berisiko, terutama bagi pasien yang membutuhkan perawatan serius.
Dia mencontohkan, jika pasien harus menjalani tindakan medis berat atau operasi, persoalan pembiayaan selama masa tunggu dapat menjadi beban besar bagi keluarga.
“Apalagi kalau memang kasus-kasus yang berat, harus operasi,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa UHC Prioritas sangat dibutuhkan.
Melalui skema tersebut, pemerintah daerah dapat memastikan status pembiayaan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera ditangani.
“Dengan predikat UHC Prioritas, masalah itu bisa diselesaikan dalam waktu lima sampai sepuluh menit,” tegasnya.
Dirinya berharap kebijakan tersebut mampu menghilangkan kekhawatiran masyarakat untuk mendatangi fasilitas kesehatan ketika sakit.
Sebab, kata dia, akses pelayanan kesehatan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan administrasi kepesertaan. (RED)

0Komentar