BULA, TINTATIMUR.ID — Komisi II DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) lebih maksimal mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp27 miliar.
Anggota Komisi II DPRD SBT sekaligus Ketua Fraksi PKB, Rudi Wajo, menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama mitra Komisi II, Senin (07/09/2026).
Dia mengatakan, realisasi pendapatan saat ini telah mencapai sekitar Rp20 miliar. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp7 miliar yang harus dikejar dalam empat bulan terakhir.
“Dengan adanya pencapaian di angka Rp20 miliar ini, saran kita untuk lebih gas sedikit, terutama distribusi pajak, supaya target Rp27 miliar itu bisa tercapai atau bahkan lebih,” ujarnya.
Rudi meminta Bapenda menjelaskan secara terukur strategi yang akan dilakukan untuk memenuhi kekurangan target tersebut.
Menurutnya, capaian pendapatan harus dievaluasi secara berkala agar pemerintah daerah dapat mengetahui perkembangan penerimaan setiap bulan.
Dirinya juga menyoroti tingginya biaya penagihan pajak, khususnya di wilayah pesisir SBT yang memiliki 198 desa dan 16 kecamatan.
Rudi mendorong adanya inovasi melalui pemanfaatan aplikasi maupun kerja sama antara Bapenda dan pemerintah desa untuk mempermudah proses pendataan serta penagihan pajak.
“Kalau ada aplikasi atau kerja sama antara orang pendapatan dengan pemerintah desa, mungkin lebih gampang tinggal berkomunikasi,” katanya.
Ia menambahkan, pola tersebut dapat membuat target PAD lebih terukur sekaligus mengurangi biaya perjalanan dalam proses penagihan ke desa-desa.
Rudi berharap Bapenda memanfaatkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk meningkatkan kinerja penerimaan daerah, sehingga target PAD 2026 dapat tercapai.
“Semoga pendapatan ini lebih daripada yang kita targetkan sekarang,” pungkasnya. (RED)

0Komentar