AMBON, TINTATIMUR.ID — Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, toleransi dan keharmonisan sebagai modal utama membangun Maluku yang aman dan maju.
Pesan itu disampaikan Vanath saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama istrinya, Hj. Rohani Vanath, di kediamannya di Karang Panjang, Ambon, Kamis (03/09/2026).
Menurut Vanath, Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengenang keteladanan dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
“Hari ini kita tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling bersilaturahmi dan merawat harmoni. Yang hadir di sini bukan hanya saudara-saudara Muslim, tetapi juga ada basudara non-Muslim. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan persaudaraan adalah kekuatan kita bersama,” ujar Vanath.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Maluku ini mengibaratkan keharmonisan Maluku seperti cinta dalam kehidupan keluarga yang harus terus dirawat agar tetap tumbuh dan bertahan.
“Maluku ini harus kita rawat seperti kita merawat cinta. Kalau kita bertunangan, cinta harus dirawat. Dalam rumah tangga, cinta dan kasih sayang juga harus dirawat. Begitu pula dengan Maluku, persaudaraan dan keharmonisan harus terus kita rawat bersama,” katanya.
Dia menegaskan, menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan tanggung jawab seluruh pemimpin di Maluku, siapa pun yang mendapat kepercayaan memimpin daerah ini.
“Maluku ini, siapa pun pemimpinnya, harus menjaga dan merawat keharmonisan antarumat beragama. Kita pernah punya pengalaman buruk berupa konflik dan perkelahian yang membuat kita mundur ke belakang. Karena itu, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” tegasnya.
Dirinya mengingatkan, tanggung jawab menjaga harmoni tidak dapat hanya dibebankan kepada tokoh agama atau instansi yang membidangi urusan keagamaan. Pemerintah daerah juga memiliki kewajiban menciptakan situasi sosial yang aman dan kondusif.
“Mungkin ada yang mengatakan kegiatan seperti ini adalah urusan ustad, ustadzah, para kiai atau Kementerian Agama. Betul, mereka memiliki tugas dan fungsi yang diberikan oleh negara. Tetapi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun daerah juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga harmoni di tengah masyarakatnya,” jelasnya.
Bagi Vanath, pembangunan tidak mungkin berjalan maksimal apabila masyarakat masih dibayangi konflik, perpecahan dan rasa tidak aman. Karena itu, kedamaian dan persatuan harus menjadi fondasi pembangunan Maluku.
“Membangun itu salah satu syarat mutlaknya adalah daerah harus aman. Kalau masyarakat hidup rukun, saling menghargai dan saling menjaga, maka pembangunan akan berjalan dengan baik. Karena itu, keamanan, kedamaian dan keharmonisan masyarakat adalah modal utama untuk kita membangun Maluku,” pungkasnya.
Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ketua Dharma Wanita Provinsi Maluku.
Para Asisten dan Staf Ahli Setda Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku, serta ibu-ibu Majelis Taklim di Kota Ambon.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat bersama demi Maluku yang aman, damai dan maju. (RED)

0Komentar