BULA, TINTATIMUR.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Risman Sibualamo, mendorong pengadaan armada fire truck Pemadam Kebakaran (Damkar) jadi prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Pasalnya, daerah berjuluk Ita Wotu Nusa ini hanya memiliki satu armada untuk melayani kebutuhan penanganan kebakaran.
Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pelayanan masyarakat, terutama mengingat karakteristik wilayah SBT yang luas serta tingginya kebutuhan mobilisasi.
Persoalan damkar tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat-rapat komisi beberapa hari terakhir.
“Kalau kondisi hari ini, kita cuma punya satu damkar dan mobilisasi cukup tinggi. Kita harus bisa menjadikan ini menjadi skala prioritas,” ujar Sibualamo, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (09/09/2026).
Menurutnya, DPRD telah mendorong pemerintah daerah agar kebutuhan penambahan armada damkar tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diterjemahkan ke dalam kebijakan penganggaran.
Dorongan tersebut semakin kuat setelah DPRD mendapatkan informasi mengenai peluang bantuan kendaraan damkar dari luar negeri melalui pemerintah pusat.
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mendapat informasi dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Kewilayahan, terkait peluang mendapatkan bantuan armada damkar.
Namun, pemerintah daerah nantinya perlu menyiapkan anggaran untuk biaya mobilisasi kendaraan tersebut.
“Kurang lebih Rp500 juta untuk mobilisasi,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, bantuan kendaraan tersebut berasal dari China dan Korea. Setelah tiba di Jakarta, kendaraan akan menjalani proses rekondisi sebelum dikirim ke daerah penerima.
“Ketika transportasi itu sampai di Jakarta, ada rekondisi terhadap mobil itu. Kondisinya masih bagus,” jelasnya.
Lebih lanjut, sementara biaya mobilisasi dari Jakarta maupun Surabaya hingga tiba di SBT menjadi tanggung jawab Pemerintah daerah (Pemda).
Polisi PKB ini menyebut peluang tersebut tidak boleh disia-siakan. Dari informasi yang diterima, terdapat lebih dari 200 proposal dari berbagai daerah di Indonesia yang juga mengajukan permohonan bantuan kendaraan.
Sebab itu, ia meminta Pemkab SBT bergerak cepat menyiapkan kebutuhan anggaran agar daerah ini tidak kehilangan kesempatan mendapatkan armada tambahan.
“DPRD mendorong pemerintah daerah, ini menjadi skala prioritas dan bisa dianggarkan supaya kita bisa mendapat bagian dalam pengiriman mobil damkar,” tegasnya.
Ia menambahkan, penambahan armada damkar bukan sekadar soal fasilitas pemerintah. Dengan hanya satu armada yang tersedia saat ini, keterlambatan penanganan kebakaran berpotensi memperbesar kerugian masyarakat.
“Karena kapasitasnya cukup besar,” pungkas Sibualamo. (RED)

0Komentar